Reporter : Dance Henukh
Rote Ndao, Sulutnews.com — Kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT kembali menjadi sorotan setelah mencatat laba bersih sebesar Rp81,20 miliar hingga Juni 2026.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Infobanknews, angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 31,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp61,54 miliar.
Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif bagi kinerja perbankan daerah. Total aset Bank NTT juga disebut meningkat 7,30 persen, hingga mencapai sekitar Rp18,85 triliun.
Kinerja tersebut antara lain didorong oleh efisiensi operasional, pertumbuhan fungsi intermediasi, serta peningkatan Dana Pihak Ketiga atau DPK yang disebut melampaui rata-rata industri perbankan nasional.
Namun, di balik angka pertumbuhan dan besarnya laba tersebut, muncul pertanyaan yang patut mendapat perhatian publik:
Sejauh mana pertumbuhan Bank NTT memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya masyarakat kecil di daerah?
Sebab, keberadaan bank pembangunan daerah bukan hanya berbicara mengenai angka laba dan pertumbuhan aset. Bank daerah juga memiliki fungsi strategis dalam mendorong perekonomian masyarakat, pembiayaan usaha, serta memperluas akses layanan keuangan.
Karena itu, publik tentu berhak mengetahui bagaimana laba dan pertumbuhan bisnis tersebut diterjemahkan menjadi manfaat bagi masyarakat.
Apakah akses pembiayaan bagi pelaku UMKM semakin mudah?
Apakah pelayanan kepada masyarakat semakin cepat dan transparan?
Dan yang tidak kalah penting, apakah pertumbuhan bisnis Bank NTT benar-benar ikut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rote Ndao?
Pertanyaan tersebut bukan tuduhan, melainkan bagian dari kontrol publik terhadap lembaga keuangan milik daerah.
Publik Minta Transparansi
Besarnya laba tentu patut diapresiasi apabila diperoleh melalui tata kelola yang sehat dan profesional. Namun, semakin besar kinerja dan aset sebuah bank daerah, semakin besar pula tuntutan terhadap transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bank NTT diharapkan tidak hanya berhasil mencatatkan angka positif dalam laporan keuangan, tetapi juga mampu menunjukkan dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung.
Terlebih lagi, masyarakat sebagai bagian dari ekosistem ekonomi daerah memiliki kepentingan untuk mengetahui bagaimana bank pembangunan daerah menjalankan fungsi pelayanan publik dan pembangunan ekonomi.
Laba boleh meningkat. Aset boleh bertambah. Namun pertanyaan besarnya tetap sama: seberapa besar manfaatnya kembali kepada masyarakat?
Hingga berita ini ditayangkan, berbagai pertanyaan tersebut menjadi ruang bagi pihak manajemen Bank NTT untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.





