Tomohon,Sulutnews.com – Walikota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H., didampingi Wakil Walikota Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Tomohon yang berlangsung di Kantor DPRD, Selasa (4/8). Agenda utama rapat ini adalah penyampaian dan penjelasan Walikota terhadap Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Drs. Johnny Runtuwene, D.E.A., didampingi Wakil Ketua Donald Pondaag dan Jefri Polii, S.I.K.
Apresiasi atas Sinergi Kemitraan
Dalam pemaparan pembuka, Walikota menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas kerja sama yang terjalin erat.
“Atas nama Pemerintah Kota Tomohon, saya ucapkan terima kasih yang tulus. Kemitraan dan komitmen yang kita jaga bersama adalah pilar utama agar proses penyusunan Perubahan APBD berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat manfaat,” tegas Walikota.

Dasar Penyusunan Perubahan Anggaran
Perubahan KUA dan PPAS ini disusun sebagai penyesuaian dinamis terhadap perkembangan kondisi fiskal, realisasi pendapatan dan belanja, kebijakan transfer pemerintah pusat, serta perubahan prioritas pembangunan daerah. Tujuannya menjaga kesinambungan kapasitas fiskal dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang berjalan beriringan.
Kebijakan perubahan diarahkan pada penajaman prioritas, optimalisasi pendapatan, efisiensi belanja, peningkatan kualitas layanan publik, serta pengelolaan keuangan yang hati-hati, terukur, dan berkelanjutan. Memasuki triwulan ketiga, pemerintah juga menyesuaikan kerangka ekonomi makro, penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA), serta indikator dan pagu kegiatan.
Tema dan Delapan Prioritas Pembangunan
Tema pembangunan Kota Tomohon tahun 2026 tetap dipertahankan: “Memperkuat Transformasi Tata Kelola, SDM Berdaya Saing, Infrastruktur Berwawasan Lingkungan dan Ekonomi yang Berkelanjutan.”
Untuk mewujudkannya, anggaran difokuskan pada delapan prioritas:
- Kerukunan umat beragama, nilai budaya, demokrasi, dan karakter kebangsaan
- Produktivitas pertanian dan ketahanan pangan berkelanjutan
- Kualitas infrastruktur, ketahanan bencana, perubahan iklim, dan lingkungan hidup
- Pariwisata maju dan berkelanjutan
- Produktivitas, daya saing, produk unggulan, dan iklim investasi
- Kualitas pendidikan, kesehatan, daya saing tenaga kerja, dan perlindungan sosial inklusif
- Pelayanan publik, digitalisasi, inovasi, dan reformasi birokrasi
- Stabilitas keamanan dan ketertiban daerah
Penyesuaian Indikator Makro yang Lebih Optimis
Seiring membaiknya dinamika pembangunan, sejumlah target indikator disesuaikan menjadi lebih realistis dan optimis:
- Pertumbuhan ekonomi: dari 5,0–6,20% menjadi 5,5–6,20% (didukung pariwisata, perdagangan, pertanian, industri kreatif, dan UMKM)
- PDRB per kapita: dari Rp60,179 juta menjadi Rp63,79 juta
- Tingkat kemiskinan: dari 5,5–5,0% menjadi 5,5–4,65%
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM): dari 80–80,7 menjadi 80,7–81,12
Walikota menegaskan pencapaian ini memerlukan strategi komprehensif: peningkatan investasi, penguatan sektor unggulan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kualitas SDM, yang semuanya harus ditopang oleh pengelolaan fiskal yang sehat.

Arah Kebijakan Keuangan Daerah
- Pendapatan: Dioptimalkan melalui peningkatan kepatuhan pajak dan retribusi, serta penggalian sumber pendapatan baru yang sah.
- Belanja: Diprioritaskan pada layanan dasar, kewajiban daerah, program prioritas, dan kegiatan yang memberi manfaat langsung serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
- Pembiayaan: Dikelola secara seimbang, hati-hati, dan berkelanjutan.
Menutup pemaparan, Walikota mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi demi menjawab tantangan pembangunan. “Kami berharap rancangan ini mendapat tanggapan positif dari DPRD, sehingga kebijakan yang dirumuskan benar-benar membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Tomohon,” pungkasnya.
Turut Hadir
Sekretaris Daerah Edwin Roring, S.E., M.E.; Wakapolres Tomohon mewakili Kapolres; Pabung Tomohon mewakili Dandim 1302/Minahasa; Kasi Intel mewakili Kajari Tomohon; Korwil BIN Tomohon; jajaran perangkat daerah; tenaga ahli DPRD; serta awak media.(*/Merson)





