Tahuna, Sulutnew.com – PT Telkom Indonesia melalui Direktorat Layanan TI Masyarakat dan Pemerintah memastikan proses perbaikan kabel laut optik Palapa Ring Tengah segmen Melonguane–Morotai akan segera dilaksanakan. Perbaikan ini dilakukan menyusul kerusakan infrastruktur akibat aktivitas gempa bumi tektonik yang semakin parah setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,7.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama merangkap Pelaksana Tugas Direktur Layanan TI Masyarakat dan Pemerintah, Sudarmanto, saat membacakan kesimpulan pada kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Perbaikan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane–Morotai yang dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Bupati Kepulauan Sitaro, Bupati Kepulauan Talaud, serta para pemangku kepentingan terkait.
Dalam pemaparannya, Sudarmanto menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kabel laut pada segmen Melonguane–Morotai mengalami kerusakan serius akibat gempa tektonik. Dari total 24 core kabel optik, terdapat 2 core yang putus dan 14 core mengalami high bending. Kondisi tersebut semakin memburuk setelah terjadinya gempa berkekuatan Magnitudo 7,7.
Pekerjaan perbaikan dijadwalkan berlangsung sejak 8 Juli hingga 16 Agustus 2026, sedangkan proses restorasi utama akan dilaksanakan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026. Pada periode tersebut diperkirakan akan terjadi penghentian layanan sementara selama sekitar 10 hingga 12 hari di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.
Sebagai langkah mitigasi, BAKTI meningkatkan kapasitas bandwidth dari 50 Mbps menjadi 200 Mbps pada 286 titik layanan akses internet di wilayah terdampak. Rinciannya meliputi 48 titik di Kabupaten Kepulauan Sitaro, 106 titik di Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan 132 titik di Kabupaten Kepulauan Talaud yang mencakup kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, pendidikan, pertahanan dan keamanan, serta sejumlah fasilitas publik lainnya.
Selain itu, kapasitas cadangan jaringan juga disiapkan melalui Telkomsel sebesar 7,55 Gbps, Telkom sebesar 700 Mbps melalui Starlink, dan Lintasarta sebesar 100 Mbps.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, mengimbau masyarakat agar memahami bahwa gangguan layanan internet yang berpotensi terjadi merupakan bagian dari proses perbaikan infrastruktur telekomunikasi nasional yang bertujuan mengembalikan kualitas jaringan secara optimal.
“Kami mengharapkan masyarakat tetap tenang dan bijak dalam menggunakan layanan telekomunikasi selama proses perbaikan berlangsung. Pemerintah Kabupaten Sangihe akan terus berkoordinasi dengan BAKTI, Telkom, dan seluruh operator untuk memastikan layanan pada sektor-sektor vital seperti pemerintahan, kesehatan, pendidikan, serta keamanan tetap menjadi prioritas,” ujar Ronald Lumiu.
Ia juga mengajak seluruh instansi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan terganggunya layanan digital dengan menyesuaikan aktivitas yang bergantung pada koneksi internet selama masa restorasi berlangsung.
Dengan berbagai langkah mitigasi yang telah disiapkan, diharapkan dampak gangguan layanan dapat diminimalkan hingga proses perbaikan kabel laut Palapa Ring Tengah selesai dilaksanakan. (Andy Gansalangi)





