Manado, Sulutnews.com – Perkembangan zaman membawa perubahan yang mendalam bagi kehidupan generasi muda, termasuk pemuda Kristen khususnya di lingkungan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh(GMAHK).
Saat ini teridentifikasi empat tantangan mendesak yang mengancam pembentukan karakter dan iman pemuda, sehingga membutuhkan perhatian serta solusi bersama dari seluruh elemen gereja dan keluarga.

Hal tersebut disampaikan oleh Likely Maringka, ketua pemuda Advent Wilayah Manado Timur, saat membawakan kotbah Ibadah Perayaan Sabat di Jemaat Yerusalem Malendeng, Sabtu, 25 Juli 2026.
Lebih lanjut Likely menguraikan tantangan tersebut beserta seruan solusinya:
1.Krisis Percaya Diri dan Ketiadaan Wadah Pendampingan Khusus Bidang Berbicara di Depan Umum.
Banyak pemuda mengalami hambatan serius dalam membangun kepercayaan diri, terutama untuk menyampaikan pesan iman dan gagasan di hadapan orang lain. Belum tersedianya wadah mentoring yang terstruktur untuk kemampuan berbicara di depan umum membuat potensi mereka tidak tergali secara maksimal, sehingga banyak yang ragu tampil sebagai saksi iman di tengah masyarakat. “Kami memohon agar disiapkan program pembinaan yang terarah, mulai dari pelatihan dasar hingga pendampingan berkelanjutan untuk mengatasi krisis ini” ucapnya.
2.Pergeseran Prinsip Otoritas dalam Hubungan Orang Tua dan Anak.
Terjadi pergeseran nilai yang mengkhawatirkan, di mana otoritas dan arahan orang tua sering kali dikalahkan oleh kemauan pribadi anak yang belum matang. “Hal ini berdampak pada hilangnya bimbingan nilai-nilai kebenaran sejak dini, serta merusak tatanan hubungan keluarga yang harmonis dan berlandaskan iman. Diperlukan pembinaan bagi orang tua untuk kembali memegang peran mendidik dengan penuh kasih dan prinsip benar, sekaligus mengajarkan anak untuk menghargai arahan orang tua” ujarnya.

3.Gangguan Dunia Digital dan Fenomena “Menggulir Layar/Bermain Gem” pada Hari Sabat.
Kemajuan teknologi membawa dampak distraksi yang kuat, di mana banyak pemuda terjebak dalam kebiasaan terus-menerus menggulir media sosial atau bermain Gem hingga melupakan esensi ibadah dan istirahat kudus pada Hari Sabat. “Hari yang seharusnya menjadi waktu khusus untuk berjumpa dengan Tuhan, berbagi kasih dengan sesama, dan mempererat persekutuan justru tergerus oleh kesibukan dunia maya.
Likely menyerukan adanya upaya bersama untuk mengembalikan makna suci Hari Sabat melalui kegiatan yang membangun iman dan alternatif kegiatan yang positif
4.Kebutuhan Dukungan Sistemik Melalui Kehadiran Nyata Pemimpin Jemaat.
Pemuda sangat membutuhkan perhatian, pendampingan, dan kehadiran nyata dari para pemimpin gereja. Belum adanya dukungan sistemik yang terpadu membuat sebagian pemuda merasa terabaikan dan tidak memiliki tempat untuk berbagi tantangan hidup maupun iman mereka. “Kehadiran pemimpin jemaat bukan hanya dalam acara besar, melainkan pendampingan yang rutin dan menyentuh kehidupan sehari-hari sangat diperlukan agar pemuda merasa didukung, dihargai, dan dibimbing dengan benar.
Mewakili pemuda Likely mengajak seluruh pemimpin gereja, para orang tua, serta seluruh anggota jemaat untuk bersatu hati mencari solusi menyeluruh dan terpadu demi menyelamatkan dan membimbing pemuda Kristen menghadapi tantangan ini. Generasi muda adalah masa depan gereja dan bangsa, sehingga perlindungan serta pembinaan mereka adalah tanggung jawab kita bersama” ucapnya.
Dalam Kitab Amsal 22:6 “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu.” (Amsal 22:6). Firman Tuhan ini menjadi landasan utama seruan kita, sejalan dengan tulisan Ellen G. White yang menegaskan: “Kita memiliki pasukan pemuda yang dapat melakukan banyak hal jika mereka dibimbing dan didorong dengan tepat”.
Namun saat ini, empat tantangan mendesak mengancam pembentukan iman dan karakter pemuda, sehingga membutuhkan perhatian serta solusi bersama dari keluarga, pemimpin gereja, dan seluruh jemaat.

Amsal Salomo memberikan solusi dengan melatih dan membekali sesuai potensi yang Tuhan berikan. “Jangan biarkan bakat terpendam tanpa dikembangkan; berikan kesempatan agar pemuda belajar menyampaikan kebenaran dengan rendah hati namun teguh” ujar Likely.
Sebagai solusi praktis Likely sebagai Ketua mengajak Pemuda dan Pemudi GMAHK Wilayah Manado Timur untuk bergabung dalam Ibadah Pemuda Gabungan di GMAHK Jemaat Yerusalem Mendeng. Gunakan berbagai talenta untuk berbakti kepada Tuhan.
Mengajak seluruh elemen gereja bersatu hati “membimbing pemuda dengan benar hari ini, menjamin masa depan iman gereja esok hari.
Mari kita siapkan solusi menyeluruh demi menyelamatkan dan menguatkan generasi muda yang adalah harapan Tuhan bagi gereja dan bangsa” tutupnya.(Lowell)





