Manado, Sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hal itu ditandai dengan dibukanya secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Penilaian Autentik oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BPMP Sulawesi Utara Febry H. J. Dien, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sangihe Julien Manangkalangi, serta para peserta yang terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya, Michael Thungari menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada kemampuan guru dalam menghadirkan proses belajar yang mampu membentuk karakter, kompetensi, serta keterampilan peserta didik secara menyeluruh.
“Transformasi pendidikan membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Pembelajaran mendalam harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang relevan, kontekstual, dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan peserta didik,” ujarnya.

Menurutnya, implementasi konsep Deep Learning menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Di kesempatan yang sama, Kepala BPMP Sulawesi Utara, Febry H. J. Dien, memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam mendukung berbagai program peningkatan mutu pendidikan.
Ia berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat meningkatkan kompetensi dalam menerapkan pembelajaran mendalam serta penilaian autentik di sekolah masing-masing, sehingga mampu menghasilkan proses pembelajaran yang lebih efektif, bermakna, dan selaras dengan arah transformasi pendidikan nasional.
Bimbingan teknis ini menjadi bagian dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan BPMP Sulawesi Utara dalam memperkuat kapasitas tenaga pendidik. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan lahir inovasi pembelajaran yang mampu menciptakan generasi Sangihe yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Andy Gansalangi)





