Tahuna, Sulutnews.com – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe sejak Selasa malam hingga Rabu (22/7/2026) mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Bencana tersebut menyebabkan permukiman warga tergenang, akses jalan terganggu, serta memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari petugas di lapangan, wilayah yang terdampak paling parah berada di Kecamatan Tamako dan Kecamatan Manganitu Selatan. Di Tamako, banjir bandang merendam sejumlah permukiman warga akibat meluapnya sungai, sementara di beberapa titik terjadi longsor yang menutup akses jalan. Di Manganitu Selatan, longsor mengganggu arus transportasi dan mengancam rumah-rumah warga yang berada di lereng perbukitan. Selain itu, hujan deras juga dilaporkan memicu genangan dan longsoran di beberapa lokasi lainnya di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi.
«”Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya mengimbau seluruh warga yang tinggal di daerah rawan banjir maupun tanah longsor agar segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman apabila kondisi dinilai membahayakan. Jangan menunggu sampai situasi semakin buruk. Ikuti arahan petugas dan tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan,” ujar Michael Thungari.»

Ia juga meminta pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, TNI, Polri, relawan, serta seluruh unsur terkait untuk terus bersinergi membantu proses evakuasi dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, mengatakan pihaknya telah menurunkan personel ke lokasi terdampak untuk melakukan asesmen, evakuasi, serta penanganan darurat.

«”Kami bergerak cepat bersama seluruh personel BPBD untuk melakukan pendataan dan membantu warga yang terdampak. Masyarakat diminta tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang atau berada di bawah tebing yang rawan longsor. Apabila terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada pemerintah setempat atau petugas BPBD agar penanganan dapat dilakukan secepatnya,” kata Wandu Labesi.»

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, maupun pemerintah daerah, serta tetap siaga terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. (Andy Gansalangi)





