Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 22 Jul 2026 17:46 WITA ·

Akademisi Unsrat : Prof Grace Debbie Kandou Telah Memenuhi Seluruh Syarat Administrasi Pemilihan Rektor 2026–2030


Foto : Prof. Ir. Marthin Doddy Josias Sumajow, M.Eng., Ph.D. Perbesar

Foto : Prof. Ir. Marthin Doddy Josias Sumajow, M.Eng., Ph.D.

Manado,Sulutnews.com – Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof. Ir. Marthin Doddy Josias Sumajow, M.Eng., Ph.D., menegaskan bahwa Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes., telah memenuhi seluruh persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengikuti proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Unsrat periode 2026–2030.

Sebagai Guru Besar Fakultas Teknik sekaligus anggota Senat Unsrat, Prof. Doddy menjelaskan bahwa rekam jejak administrasi Prof. Grace menunjukkan setiap tahapan penting dalam perjalanan akademik maupun kepemimpinannya telah melalui verifikasi ketat oleh lembaga yang berwenang.

Prof. Grace diangkat sebagai Guru Besar berdasarkan keputusan resmi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, setelah melewati proses penilaian akademik yang ketat baik di tingkat universitas maupun kementerian. Selain itu, pada periode 2015–2019 ia dipercaya menjabat Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat, jabatan yang mensyaratkan pemenuhan aspek integritas, kompetensi, serta kelengkapan administrasi secara menyeluruh.

“Bagi saya, hal yang paling penting adalah bagaimana kita membangun Unsrat ke depan. Kampus kita membutuhkan pemimpin yang mampu menghadirkan gagasan segar, memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring riset, dan menjadikan Unsrat semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof. Doddy di Manado, Rabu (22/7).

Ia menegaskan bahwa setiap tahapan pencalonan rektor memiliki mekanisme pemeriksaan administrasi berjenjang yang ketat. Apabila seorang bakal calon dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti proses seleksi, hal itu berarti seluruh persyaratan yang ditetapkan telah terpenuhi sesuai aturan yang berlaku.

Mekanisme serupa telah dilalui Prof. Grace dalam berbagai tahapan karier: mulai dari pengusulan Guru Besar, validasi karya ilmiah, pengangkatan sebagai profesor, menjabat Dekan FKM, Ketua Senat Fakultas, hingga pencalonannya pada Pemilihan Rektor Unsrat tahun 2022.

“Prof. Grace sudah dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan berhak mengikuti seluruh tahapan seleksi setelah mendapatkan penjelasan resmi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi terkait status administrasinya. Semuanya sudah jelas dan tuntas. Tidak ada hal yang perlu dipersoalkan lagi; kita tidak boleh melanggar aturan hanya untuk menghalangi kemajuan seseorang,” tegasnya.

Prof. Doddy mengajak seluruh sivitas akademika Unsrat menilai proses pencalonan secara objektif berdasarkan ketentuan yang berlaku, bukan pada persepsi pribadi atau isu yang berkembang di ruang publik. Persaingan dalam pilrek seharusnya didasarkan pada perbandingan gagasan, program kerja, serta kapasitas kepemimpinan masing-masing calon.

“Sivitas akademika berhak mendapatkan ruang demokrasi akademik yang sehat, di mana setiap calon dinilai berdasarkan prestasi dan kemampuan, bukan terjebak dalam polemik yang sebenarnya sudah diselesaikan melalui mekanisme hukum dan administrasi,” tambahnya.

Ia mengimbau seluruh pihak untuk menghormati proses Pilrek Unsrat 2026 dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap bakal calon yang memenuhi syarat untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerjanya secara terbuka.

“Proses yang transparan dan objektif akan memperkuat kepercayaan seluruh sivitas akademika terhadap hasil pemilihan, serta melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa Unsrat semakin maju. Demokrasi akademik akan tumbuh sehat apabila ruang publik kita isi dengan adu gagasan, bukan mengulang isu lama yang sudah selesai. Mari kita berkompetisi secara sehat demi kemajuan Universitas Sam Ratulangi,” pungkas Prof. Doddy.(Fanny)

Artikel ini telah dibaca 1,063 kali

Baca Lainnya

Tingkatkan Kesadaran Hukum Kodam XIII/Merdeka Gelar Penyuluhan “Prajurit TNI Prima Taat Hukum”

22 Juli 2026 - 17:37 WITA

Vionita Kuerah : Perlindungan Perempuan dan Anak Merupakan Upaya Penegakan Hak Asasi Manusia

22 Juli 2026 - 12:59 WITA

Belum Terpenuhi Kuota, Sejumlah SMA dan SMK di Sulawesi Utara Kembali Buka Pendaftaran SPMB Hingga Akhir Agustus 2026

22 Juli 2026 - 10:13 WITA

Profesor Febian Manoppo: Makanan Yang Aman Melindungi Kita Dari Berbagai Penyakit

21 Juli 2026 - 23:53 WITA

Pansus Ranperda Perizinan Berusaha DPRD Sulut Target Dua Bulan Selesai

21 Juli 2026 - 22:10 WITA

Kadis Dikda Femmy Suluh Berterima Kasih Kepada Gubernur Yulius Selvanus Atas Motivasi Kepada Jajarannya dan Kepsek Untuk Memajukan Pendidikan

21 Juli 2026 - 19:14 WITA

Trending di Manado