Tahuna, Sulutnews.com – Tidak semua orang mampu bertahan puluhan tahun dalam satu perusahaan. Lebih sedikit lagi mereka yang mampu mempertahankan kepercayaan tanpa sedikit pun kehilangan integritas. Sosok itulah yang tergambar dari perjalanan hidup Tein Kansil Ansju, atau yang lebih akrab disapa Embo Tein.
Lahir di Siau pada 28 Maret 1970, Embo Tein tumbuh seperti anak-anak kepulauan pada umumnya. Ia memiliki semangat belajar yang tinggi dan bercita-cita menjadi seorang guru olahraga. Dunia pendidikan menjadi impiannya sejak muda. Bahkan ia berhasil menempuh pendidikan tinggi dan tinggal menyelesaikan skripsi serta ujian komprehensif.
Namun, kehidupan sering kali membawa seseorang menuju jalan yang tidak pernah direncanakan.
Ketika berada di penghujung masa kuliah, Embo Tein justru sibuk mengembangkan usaha di Kota Bitung. Kesibukan itu membuat penyelesaian studinya tertunda hingga akhirnya ia memutuskan tidak melanjutkan pendidikan. Keputusan tersebut menjadi salah satu pilihan terbesar dalam hidupnya.
Tahun 1998 menjadi awal babak baru kehidupannya. Sang kakak mengajaknya bergabung dengan PT Teratai Murni Lines, salah satu perusahaan pelayaran yang melayani rute antarpulau di Sulawesi Utara.
Saat itu perusahaan sedang membutuhkan seorang komprador, jabatan yang memegang tanggung jawab besar terhadap administrasi, keuangan kapal, hingga pengawasan operasional sehari-hari.
Ia mengikuti wawancara langsung dengan pimpinan perusahaan, Tedy Mulata. Berbekal kejujuran dan kesederhanaannya, Embo Tein berhasil memperoleh kepercayaan dan langsung ditempatkan di KM Nusa Teratai.
Sejak hari pertama bekerja, ia bertekad menjadikan pekerjaan itu sebagai ladang pengabdian.
Di balik kesuksesannya menjaga amanah selama hampir tiga dekade, terdapat pesan sederhana dari almarhum ayahnya yang hingga kini masih ia pegang erat.
“Kejujuran adalah harta yang paling mahal. Jika seseorang sudah memberikan kepercayaan kepada kita, maka jagalah seumur hidup.”
Kalimat itu sederhana, namun menjadi kompas yang mengarahkan seluruh perjalanan hidupnya.
Baginya, kejujuran jauh lebih bernilai dibandingkan jabatan ataupun materi. Karena itulah setiap pekerjaan selalu ia kerjakan dengan penuh tanggung jawab.
Selama 28 tahun mengabdi, Embo Tein dipercaya berpindah dari satu armada ke armada lainnya. Ia pernah bertugas di KM Nusa Teratai, KM Kota Teratai, KM Mekar Teratai, KM Marin Teratai, KM Metro Teratai, hingga kini mengemban tugas di KM Mercy Teratai.
Perpindahan tersebut bukan sekadar rotasi pekerjaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa perusahaan terus mempercayakan tanggung jawab kepadanya.
Di setiap kapal yang dipimpinnya, Embo Tein selalu menanamkan budaya kerja yang disiplin namun penuh kekeluargaan. Ia percaya bahwa awak kapal yang merasa dihargai akan memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang.
Karena itu ia tidak pernah membedakan anak buah kapal. Semua diajak bekerja sebagai satu keluarga besar yang memiliki tujuan sama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Baginya, keberhasilan sebuah kapal bukan hanya ditentukan oleh mesin yang kuat, tetapi juga oleh kekompakan seluruh awak kapal.
Salah satu hal yang paling ia tekankan adalah kebersihan.
Menurutnya, kapal penumpang adalah rumah sementara bagi ribuan masyarakat yang melakukan perjalanan antarpulau. Karena itu kapal harus selalu bersih, nyaman, dan aman.
Tidak heran apabila armada PT Teratai Murni Lines dikenal masyarakat sebagai kapal yang bersih dengan awak kapal yang ramah serta menghormati setiap penumpang.
Embo Tein juga menjadi saksi hidup bagaimana perusahaan tempatnya bekerja menghadapi berbagai tantangan.
Persaingan bisnis pelayaran semakin ketat. Banyak perusahaan datang dan pergi. Namun PT Teratai Murni Lines tetap mampu bertahan karena mengutamakan pelayanan, kebersihan dan keselamatan, serta menjaga hubungan baik dengan para pekerjanya.
Menurutnya, perusahaan selalu memperlakukan karyawan secara manusiawi. Hak-hak pekerja dipenuhi dengan baik, bahkan penghasilan yang diterima sesuai bahkan melebihi standar upah minimum.
Perhatian perusahaan itulah yang membuat para awak kapal memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap tempat mereka bekerja.
“Bila perusahaan memperhatikan karyawannya, maka karyawan juga akan menjaga perusahaan,” menjadi prinsip yang ia yakini selama ini.
Sebagai komprador yang dipercaya mengelola administrasi dan keuangan kapal, Embo Tein memahami bahwa jabatan tersebut penuh dengan godaan. Namun ia selalu mengingat pesan ayahnya bahwa kejujuran adalah modal utama dalam kehidupan.
Selama bertahun-tahun memegang amanah tersebut, ia mampu mempertanggungjawabkan seluruh tugasnya dengan baik. Kepercayaan yang diberikan pimpinan tidak pernah ia sia-siakan.
Hasil dari kerja keras selama puluhan tahun tidak ia habiskan untuk kemewahan. Sedikit demi sedikit ia menabung, membangun rumahnya si kota Bitung, serta mempersiapkan kehidupan setelah memasuki masa pensiun.
Baginya, masa tua harus dipersiapkan sejak masih mampu bekerja.
Meski berasal dari Siau, nama Embo Tein justru sangat akrab di telinga masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Selama puluhan tahun ia melayani pelayaran rute Manado–Tahuna pulang pergi. Ribuan penumpang pernah merasakan pelayanan yang ia berikan bersama seluruh awak kapal.
Tidak sedikit masyarakat yang mengenalnya secara pribadi. Keramahannya membuat ia mudah bergaul dengan siapa saja tanpa membedakan latar belakang.
Hubungan emosionalnya dengan masyarakat Sangihe juga semakin kuat karena memiliki ikatan keluarga dari garis nenek yang berasal dari Kampung Kauhis, Kecamatan Manganitu, bermarga Rahasia.
Ikatan kekeluargaan itu membuat Embo Tein merasa bahwa Sangihe adalah bagian dari kehidupannya sendiri.
Kini, setelah hampir tiga dekade mengabdikan diri, Embo Tein tidak hanya dikenal sebagai seorang komprador kapal. Ia telah menjadi simbol loyalitas, dedikasi, dan integritas di dunia pelayaran Sulawesi Utara.
Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu lahir dari gelar pendidikan yang berhasil diraih, melainkan dari karakter, kejujuran, kerja keras, dan kemampuan menjaga kepercayaan.
Di tengah kehidupan yang semakin pragmatis, sosok Embo Tein mengingatkan bahwa masih ada orang-orang yang menjadikan amanah sebagai kehormatan, pekerjaan sebagai pengabdian, dan kepercayaan sebagai harta paling berharga.
Selama laut masih menghubungkan Pulau Sulawesi dengan Kepulauan Sangihe, nama Embo Tein akan tetap dikenal sebagai salah satu pelaut terbaik yang pernah dimiliki PT Teratai Murni Lines, seorang pekerja yang mengabdikan hidupnya bukan hanya kepada perusahaan, tetapi juga kepada masyarakat yang dilayaninya dengan sepenuh hati. (Andy Gansalangi)





