Tahuna, Sulutnews.com – Ferdinand Gansalangi resmi dilantik sebagai Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) periode 2026–2030 oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan berlangsung di Aula Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Jakarta, Selasa (30/06/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari agenda pengambilan sumpah dan janji jabatan sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri di Indonesia, pejabat di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Badan Industri Mineral, serta pengambilan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kementerian.
Dengan pelantikan ini, Ferdinand Gansalangi kembali dipercaya memimpin Politeknik Negeri Nusa Utara untuk empat tahun ke depan. Kepercayaan tersebut menjadi momentum penting bagi Polnustar untuk terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul, berdaya saing, serta menjawab kebutuhan pembangunan, khususnya di wilayah kepulauan dan perbatasan.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di perguruan tinggi bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi merupakan amanah besar untuk menghadirkan perubahan yang berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung sangat cepat menuntut perguruan tinggi untuk mampu beradaptasi melalui inovasi dan kolaborasi. Kampus tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus memperkuat sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat.
“Perubahan sains dan teknologi membutuhkan kesiapan manusia. Karena itu perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi yang hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta mampu menopang pembangunan nasional,” tegas Menteri.
Ia juga mendorong seluruh perguruan tinggi agar berani membangun budaya kewirausahaan berbasis teknologi, menghasilkan inovasi yang aplikatif, serta memperkuat tata kelola institusi yang profesional dan akuntabel.
Selain itu, Menteri mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan publik sebagai fondasi dalam menjalankan kepemimpinan.
Dalam arahannya, Prof. Brian Yuliarto menitipkan tiga pesan utama kepada para pejabat yang baru dilantik, yakni melayani masyarakat dengan penuh ketulusan, menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan amanah, serta terus belajar dan berinovasi agar mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.
Usai mengikuti prosesi pelantikan, Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara, Ferdinand Gansalangi, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan pemerintah kepadanya untuk memimpin Polnustar.
“Pertama-tama saya memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan-Nya sehingga saya kembali diberikan amanah sebagai Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara periode 2026–2030. Kepercayaan ini merupakan tanggung jawab besar yang akan saya emban dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat pengabdian,” ujar Ferdinand.
Menurutnya, berbagai arahan yang disampaikan Menteri Diktisaintek akan menjadi pedoman dalam menjalankan roda kepemimpinan di Polnustar. Ia berkomitmen menjadikan kampus sebagai pusat pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.
“Ke depan kami akan terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperkuat penelitian terapan, mendorong lahirnya inovasi, serta memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia industri, dunia usaha, dan berbagai mitra strategis. Kami ingin Polnustar semakin dikenal sebagai kampus vokasi yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan,” katanya.

Ferdinand juga menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama pada masa kepemimpinannya. Menurutnya, peningkatan kompetensi dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola institusi dan pemanfaatan teknologi.
“Kami akan membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil. Seluruh sivitas akademika harus memiliki semangat untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi agar Polnustar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ungkapnya.
Ia optimistis, dengan dukungan seluruh sivitas akademika, alumni, pemerintah daerah, dan para mitra, Polnustar akan semakin berkembang sebagai perguruan tinggi vokasi yang menjadi kebanggaan masyarakat Nusa Utara.
“Saya mengajak seluruh keluarga besar Polnustar untuk bersama-sama membangun kampus ini dengan semangat kebersamaan. Mari kita satukan langkah, bekerja dengan hati, menjaga integritas, dan terus menghadirkan inovasi sehingga Polnustar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi kemajuan Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dan Indonesia,” tutupnya. (Andy Gansalangi)





