Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Manado · 22 Jun 2026 22:10 WITA ·

Kouta SPMB di Sulut Terjadi Ketimpangan. DPRD Sulut Panggil Hearing Dinas Pendidikan Daerah


Kouta SPMB di Sulut Terjadi Ketimpangan. DPRD Sulut Panggil Hearing Dinas Pendidikan Daerah Perbesar

MANADO,Sulutnews.com – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 di Sulawesi Utara menuai kritik tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulut. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, Senin (22/6/2026), Ketua Komisi IV Vonny Paat menyoroti ketimpangan formulasi kuota yang dinilai tidak berpihak pada anak daerah. Vonny Paat memaparkan data bahwa total kuota untuk jalur domisili, afirmasi, dan mutasi hanya berkisar 20.500 siswa, jauh lebih rendah dibandingkan jalur prestasi yang mencapai 25.600 siswa. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa slot di sekolah unggulan Sulut akan didominasi oleh siswa dari luar daerah, seperti Sulawesi Selatan dan Kalimantan, sehingga menggeser hak masyarakat lokal.

“Harusnya diberikan seluas-luasnya adalah yang berdomisili, bukan berprestasi. Prestasi ini banyak dalam tanda kutip orang-orang yang di luar Sulawesi Utara,” tegas Vonny. 

Ia juga mengaitkan dengan penurunan Tingkat Kelulusan Akumulatif (TKA) siswa lokal, yang menurutnya menjadi alasan mengapa kuota domisili harus diprioritaskan untuk memperbaiki kualitas pendidikan daerah.

Mengingat keterbatasan ruang kelas (rombel) yang tidak memungkinkan penambahan kapasitas secara fisik, Vonny mendesak Dikda Sulut untuk tidak pasrah pada regulasi pusat. Ia mengusulkan agar pada tahun ajaran 2027/2028 mendatang, kuota domisili ditambah sementara kuota prestasi dikurangi demi kepentingan masyarakat Sulawesi Utara.

Sememtara itu Anggota DPRD Louis Schramm menyoroti jalur prestasi yang tidak memprioritaskam anak daerah, dimana di salajnsatu Sekolah justru yang diprioritaskan adalah anak dari liar daerah Sulut,” Ini harusnya menjadi oerhatian, bahaimana jalur prestasi justru mengutamakam anak didik dari luar daerah, kedepannya perlu dievaluasi” tegas Louis.(josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Felly Estelita Runtuwene Sosialisasi BPJS Ketenaga Kerjaan kepada Masyarakat Kota Manado

22 Juni 2026 - 21:48 WITA

Dosen Unipar Stephen Simbolon Resmi Berstatus Advokat Usai Diambil Sumpah di Pengadilan Tinggi Manado

22 Juni 2026 - 17:53 WITA

DPN Peradi Gelar Pengambilan Sumpah dan Janji Advokat Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Manado

22 Juni 2026 - 11:08 WITA

Pemkot Manado Siapkan Agenda Ragam Budaya Jelang Ulang Tahun Ke-403

21 Juni 2026 - 23:43 WITA

Tim Inspektorat Daerah Audit Kinerja Sekertarat DPRD Sulut

21 Juni 2026 - 17:26 WITA

BPMP Sulut Gelar Pendampingan Revitalisasi Sekolah Tahap 2, Febry Dien Minta Kepsek Laksanakan Tugas Sesuai Aturan

20 Juni 2026 - 21:08 WITA

Trending di Manado