Reporter : Dance Henukh
Sulutnews.com. Rote Ndao – Kepemimpinan sejati terlihat bukan dari seberapa tinggi pangkat atau seberapa rapi seragam yang dikenakan, melainkan dari keberanian turun langsung, bekerja bersama rakyat, dan memberikan teladan nyata di tengah tugas. Gambaran kepemimpinan seperti ini nyata terlihat pada sosok Letkol Kav Kurnia Santiadi, Komandan Kodim 1627/Rote Ndao. Di mata masyarakat, beliau bukan sekadar seorang pejabat militer berpangkat tinggi, melainkan sosok yang akrab disapa Bapa Dandim—seorang pemimpin yang hadir, peduli, dan bekerja tanpa memandang perbedaan jabatan.
Tugas dan tanggung jawab Letkol Kav Kurnia Santiadi memang sangat luas. Salah satu peran pentingnya adalah mengawasi dan memastikan berjalannya program strategis Bakti Sehat Merah Putih, sebuah gerakan pelayanan kesehatan yang sangat dinantikan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Rote Ndao. Namun, dedikasi beliau tidak berhenti pada pengawasan semata. Di sela-sela kesibukan mengurus program kesehatan dan tugas kedinasan lainnya, beliau juga terlibat aktif dalam pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih (KMP)—sebuah fasilitas yang diharapkan menjadi tonggak kemajuan ekonomi dan kesejahteraan warga setempat.
Pemandangan yang sangat menyentuh hati terlihat jelas saat kegiatan pembangunan berlangsung. Beliau tidak hanya berdiri memberikan arahan atau memantau dari kejauhan. Letkol Kav Kurnia Santiadi terlihat turun tangan langsung, ikut mengangkut dan memikul karung semen di lokasi konstruksi, sama seperti para pekerja dan relawan lainnya. Saat itu, jabatan tinggi dan seragam dinas yang melekat pada dirinya seolah lenyap; yang tersisa hanyalah semangat pengabdian dan keinginan kuat untuk turut serta mempercepat selesainya pembangunan yang bermanfaat bagi banyak orang. Tindakan ini menjadi bukti nyata bahwa bagi beliau, pekerjaan mulia tidak mengenal pangkat, dan pengabdian tidak dibatasi oleh aturan hierarki semata.
Sikap Bapa Dandim ini menjadi cerminan integritas yang tinggi dan nilai kepemimpinan yang luar biasa. Beliau tidak pernah membedakan tugas atau memisahkan diri dari bawahannya maupun masyarakat. Justru dengan cara bekerja bersama seperti ini, beliau menjadi sumber semangat dan penyemangat terbesar bagi seluruh staf yang bertugas di lapangan serta warga yang turut berkontribusi. Ketika pemimpin mau membasuh tangan dan bekerja keras bersama, semangat kerja sama tumbuh semakin kuat, rasa lelah terasa lebih ringan, dan keyakinan bahwa tujuan bersama pasti tercapai semakin kokoh tertanam.
Sosok Letkol Kav Kurnia Santiadi mengajarkan kita semua makna kepemimpinan yang sesungguhnya: memimpin dengan memberi contoh, hadir di tengah kesulitan, dan mengutamakan kepentingan umum di atas segalanya. Di Rote Ndao, nama beliau kini bukan hanya dikenal sebagai pemimpin militer, melainkan simbol persatuan, kerja keras, dan pengabdian tulus yang melekat erat di hati setiap warga. Semoga semangat dan integritas ini terus menyala dan menjadi teladan bagi generasi mendatang.






