Manado, Sulutnews.com – Orang tua pelajar yang siap mengikuti ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional atau O2SN kecewa sampai saat ini Dinas Pendidikan Kota Manado belum melakukan seleksi untuk mengikuti ajang O2SN Tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SD-SMP). Pasalnya sejak lama para orang tua telah menanti ajang ini, bahkan telah menghabiskan banyak Finansial, Waktu serta Tenaga untuk mengikuti dan mendampingi anak-anak untuk berlatih.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Kota Manado Peter Bart Assa ST.M.Sc.Ph.D, mengatakan bahwa Pelaksanaan Olimpiade O2SN dan FLS3N tingkat Kota Manado pada tahun ini belum dapat dilaksanakan. Hal tersebut mempertimbangkan padatnya agenda prioritas pendidikan yang sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan terkonsentrasi pada periode Februari sampai Mei 2026.
“Fokus utama kami pada periode tersebut diarahkan pada penguatan kegiatan akademik dan peningkatan mutu pendidikan, antara lain pelaksanaan TKA, Ujian Sumatif Akhir Jenjang, asesmen sumatif, penguatan literasi dan numerasi peserta didik, serta persiapan Olimpiade Sains Nasional yang sementara berjalan. Selain itu, saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado juga sedang berkonsentrasi melakukan penguatan sistem dan mekanisme pelaksanaan SPMB agar proses penerimaan murid baru dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, bersih, dan tertata dengan baik sesuai prinsip pelayanan publik yang adil bagi masyarakat” ujarnya.
Disampaikan bahwa pada tahun ini kegiatan yang tetap kami prioritaskan untuk dilaksanakan adalah OSN, mengingat orientasinya sangat erat dengan penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan kemampuan akademik peserta didik di sekolah.
“Selain itu, harus kami sampaikan secara terbuka bahwa keterbatasan anggaran juga menjadi salah satu pertimbangan utama. Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional membutuhkan dukungan pembiayaan yang cukup besar untuk mengakomodasi berbagai cabang olahraga dan seni, mulai dari proses seleksi, pelaksanaan lomba, hingga kebutuhan teknis lainnya. Di sisi lain, kami juga menghadapi keterbatasan sumber daya manusia untuk mendukung pelaksanaan kegiatan dalam waktu yang bersamaan dengan agenda prioritas pendidikan lainnya” ungkap Kadis Peter Assa.
Seleksi O2SN Kota Manado terancam batal dilaksanakan dan tidak mengirimkan Atlit akibat tidak adanya anggaran pelaksanaan dan kurangnya SDM untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
Hal itu tidak menyurutkan semangat para pelajar yang menjadi peserta O2SN untuk terus berlatih sesuai instruksi dari pelatih mereka, bersama Nusantara Sulut Swimming Club (NSSC) setiap hari.
Para orang tua sangat kecewa dengan akan batalnya seleksi O2SN tingkat SD dan SMP di Kota Manado. Dimana mereka telah menghabiskan banyak tenaga, waktu dan uang melatih anak mereka sejak tiga bulan terakhir.

Foto Para Atlet O2SN yang berlatih setiap hari
Padahal sebagian besar mereka sudah kelas 5, tahun depan mereka sudah kelas 6 akan mengikuti test kemampuan akademik (TKA).
Para orang juga mempertanyakan batalnya seleksi O2SN tingkat SD dan SMP Kota Manado oleh karena keterbatasn biaya. Mereka siap patungan dana agar seleksi O2SN tingkat SD dan SMP Kota Manado tetap dapat terlaksana.
“Kita sebagai orangtua sangat kecewa sekali sih kalau O2SN ditiadakan oleh dinas terkait. Kita sudah mempersiapkan 3 bulan terakhir pagi dan sore, anak jam 5 bangun untuk latihan. Jam 4 sore sampai jam 8 malam latihan” kata beberapa orang tua yang datang ke Kantor Dikbud Kota Manado, Jumat, 22 Mei 2026.
“Kalau pihak terkait anggarannya tidak ada kita sebagai orang tua juga mau patungan untuk seleksi menuju tingkat Provinsi”ucapnya.
Hal serupa juga diungkapkan salah seorang pelatih, menurutnya, selama melatih anak mereka para orangtua tentunya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
“Sesungguhnya kami merasa kecewa. Anak kita ini ada pertandingan atau tidak anak kita ini terus berlatih selama ini. Orang tua mengeluarkan biaya, kemudian di Kota Manado even olahraga renang itu sangat sedikit” ucapnya.
Para orang tua menaruh harapan besar agar seleksi O2SN tingkat SD dan SMP Kota Manado dapat terlaksana hingga menciptakan atlet emas dari regenerasi muda.
“Harus ada solusi tanggal berapa mau laksanakan seleksi, kami orang tua bersama para pelatih sudah siap patungan, kolam renang sudah ada, Dinas Pendidikan tinggal datang mencatat dan mengirimkan ke Provinsi” ucap para orang tuan.(Merson)






