MANADO,Sulutnews.com -Dalam rangka memperkuat kapasitas dan soliditas kelembagaan guna meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya konsolidasi demokrasi, serta menumbuhkan semangat reformasi dan bela negara dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan Pemilu yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara, maka Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara bersama FPDR melaksanakan kegiatan “Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara: Konsolidasi Demokrasi dalam Semangat Reformasi dan Bela Negara Menuju Kebangkitan Nasional, Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi Sulut , 234 SC mengelar dialog terbuka bersama BAWASLU Sulut. Pada acara yang dilaksanakan di Comand Centere BAWASLU Sulut tersebut dibuka pelaksanaannya okeh Gubernur Sulut yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Drs. Andra Kristian Mawuntu.
“Kegiatan ini bujan seremonial belaka, tetapi merupakan ruang dialong sekaligus ruang konsolidasi, untuk memperkust komitmem kebangsaan,” ungkap Andra saat membacakan pidato Gubernur.
Sementara itu dalam sambutannya Ketua Bawaslu Sulawesi Utara Dr. Ardiles Mewoh menekankan pentingya konsolidasi demokrasi dimasa tidak ada kegiatan Pemilu ataupun Pilkada yang digelar, namun tetap dilakukan.” Kegiatan konsolidasi demokrasi tetap berjalan dimana Bawalu melakukan visitasi kepada Pimpinan Parpol dan juga kepada Mahasiswa,” kata Ardiles.
Saat menyampaikan sambutan selamat datang Risat Sanger selaku Ketua Cabang FPDR Sulut mengatakan, gagasan dialog terbuka dilaksanakan bersama Bawaslu adalah untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei dan Hari Reformasi ke 28 tahun.
Pada acar ini juga dilaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman “PENGAWASAN DEMOKRASI”antara Bawaslu Sulut dan FPDR Sulut.
Hadir.pada acara dialog tersebut dari Kejasaan Tinggi Sulut, Kepolisian, Pengadilan Tinggi, TNI, Akademisi, Budayawan dan juga Unsur Pemuda.(josh tinungki)






