Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Manado · 20 Mei 2026 09:47 WITA ·

Muliadi Paputungan : Koperasi Merah Putih Program Pemerintah Sebagai Agregator Ekonomi Pedesaan dan plPusat Distribusi Kebutuhan Pokok Perlu Dievaluasi


Muliadi Paputungan : Koperasi Merah Putih Program Pemerintah Sebagai Agregator Ekonomi Pedesaan dan plPusat Distribusi Kebutuhan Pokok Perlu Dievaluasi Perbesar

MANADO,Sulutnews.com – Anggota Komisi 1 DPRD Sulawesi Utara Muliadi Paputungan mengatakan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dan juga satus dalam membangun perekonomian di desa perlu ada kejelasan, seban menurut politisi PKS ini Koperasi Merah Putih sejak dibentuk sampai saat ini tidak semua Koperasi menujukan perkembangan seperti yang diharapakan, sehingga dikuatirkan keberadaan Koperasi Merah Putih ini hanyalah nama ada tetapi tidak menujukan aktivitas untuk kepentingan masyarakat yang ada di Desa.

“Sudah sejauh mana pengembangan dari pembentukan Koperasi Desa sehingga program pemerintah pusat ini bisa terukur,” ungkap Muliadi.

Juga politisi dari Dapil Bolmong Raya ini mempertanyakan, gambaran dari usaha serta kepengurusan karena ada opini yang berkembang bahwa kepengurusan mendapatkan gaji.” Perlu ada penjelasan terkait keberadaan Organisasi, Usaha dan Kepengurusan,” kata Mulyadi

Menurut penjelasan Plt.Kepala.Dinas PMD Provinsi Sulut Novita Lumintang S,STP. MS,i bahwa teekait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih untuj kahan dan bangunan ada satgas yang bertanggungjawab, yang didalamamya ada Pemerintah Daerah, TNI dan Polri.” Sampai dengan bulan April tahun 2026 di 15 Kabupaten dan Kota terdata aset desa yang sudah dalam tahapan pembangunan Koperasi ada di 162 Desa terbagi di 15 Kabupaten dan Kota,” jelas Novita.

Data koperasi yang sudah dan sementara dinangun yakni Kabupaten Bolmong 60 dari 202 desa, Bolsel 80 dari 81 desa, Boltim 30 dari 81 desa, Bolmut 79 dari 107 desa, Kepulauan Sangihe 89 dari 167 desa, Sitaro 30ndari 91 desa, Talaud 123 dari 153 desa, Minahasa 159 dari 270, Minsel 109 dari 177 desa, Mitra 64 dari 144, Minut 43 dari 131 desa, Bitung 46 dari 69 Kelurahan, Kotamobagu 21 dari 33 Kelurahan/desa, Manado 48 dari 87 Kelurahan dan Tomohon 27 dari 44 kelurahan.(josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hendry Walukow : Acuan Pilhut 2026 Harus Jelas, Yakni PP 6 Tahun 2026

20 Mei 2026 - 09:01 WITA

Evaluasi Program Dinas PMD Provinsi, Royke Anter Ingatkan, Laporan Data Harus Valid ke DPRD Sulut

20 Mei 2026 - 08:17 WITA

26 Jemaat GMIM di Manado Siap Sambut Peserta HAPSA PKB Sinode GMIM

19 Mei 2026 - 13:33 WITA

DPRD Sulut Sukses Mediasi Persoalan Buruh/ Pekerja Rumah Sakit Prof Kandouw Malalayang

18 Mei 2026 - 21:14 WITA

Kompetisi Edukatif DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 Sukses Digelar di Manado Sebagai Kota Juara

16 Mei 2026 - 23:03 WITA

Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias Bersyukur 644 Siswa Lulus Dengan Kualitas Baik, 87 Diantaranya Lulus SNBP Tanpa Tes Masuk 13 PTN

15 Mei 2026 - 23:54 WITA

Trending di Manado