Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Sangihe · 6 Mei 2026 14:38 WITA ·

Abrasi Mendesak, Bupati Sangihe Serahkan Proposal Tanggul Pantai ke BWS Sulawesi I


Abrasi Mendesak, Bupati Sangihe Serahkan Proposal Tanggul Pantai ke BWS Sulawesi I Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bergerak cepat merespons ancaman abrasi yang kian mengkhawatirkan di wilayah pesisir. Dipimpin langsung Bupati Michael Thungari, jajaran Pemkab Sangihe melakukan kunjungan kerja ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Manado untuk mendorong percepatan penanganan, Selasa (05/05/2026).

Kunjungan tersebut diterima oleh Kepala Seksi Pelaksanaan, Allanos Kawengian, bersama Plh. Kepala Seksi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air, Anneke Marlina Tewal, didampingi pejabat dan staf terkait.

Dalam pertemuan itu, Bupati Thungari menyerahkan proposal pembangunan Tanggul Pantai Nagha 1 di Kecamatan Tamako sebagai langkah konkret melindungi kawasan pesisir yang terdampak abrasi.

“Kondisi abrasi di Nagha 1 sudah sangat mengkhawatirkan. Dalam waktu kurang dari satu tahun, daratan terkikis hingga puluhan meter. Ini bukan lagi ancaman jangka panjang, tapi kondisi darurat yang harus segera ditangani,” ujar Thungari.

Ia menegaskan, pembangunan tanggul pantai merupakan kebutuhan mendesak demi melindungi permukiman warga dari ancaman banjir rob dan gelombang ekstrem.

“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui BWS Sulawesi I. Ini menyangkut keselamatan warga serta keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir,” tambahnya.

Data yang disampaikan Pemkab Sangihe menunjukkan abrasi di wilayah Nagha 1 telah mencapai 15–20 meter dalam kurun waktu delapan bulan. Selain itu, kawasan tersebut juga kerap diterjang banjir rob dan gelombang tinggi yang berpotensi merusak permukiman warga.

Melalui koordinasi ini, Pemkab Sangihe berharap pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah strategis dan konkret. Penanganan yang cepat dinilai penting untuk menjaga garis pantai serta meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar

6 Mei 2026 - 21:52 WITA

Meity Ponto Terima Amanat Baru, PAN Sangihe Siap Tancap Gas Menuju 2029

4 Mei 2026 - 23:08 WITA

Perbatasan Sangihe “Ditemboki” Aturan: Antara Kedaulatan Negara dan Ruang Hidup Warga

2 Mei 2026 - 19:57 WITA

Bergerak Dalam Senyap, PAN Sangihe Bangun Kekuatan

1 Mei 2026 - 11:42 WITA

Ironi May Day di Perbatasan Buruh Merdeka atau Terjajah

1 Mei 2026 - 10:23 WITA

Walet dan Listrik Jadi Sorotan di Kalama, Bupati Sangihe Janjikan Solusi Bertahap

30 April 2026 - 23:44 WITA

Trending di Sangihe