Tahuna, Sulutnews.com – Kunjungan kerja Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, ke Pulau Kalama bukan sekadar meninjau potensi sarang burung walet.
Lebih dari itu, kehadirannya menjadi momen nyata mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, mulai dari pasar murah, bantuan pendidikan, hingga layanan kesehatan gratis, Kamis (30/04/2026).
Salah satu kegiatan yang paling dinanti warga adalah pasar murah. Kepala Dinas Pangan Sangihe, Marthin Pudihang, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Untuk masyarakat Pulau Kalama, kami membawa 50 karung beras SPHP ukuran 5 kg seharga Rp57.500. Selain itu, tersedia gula sebanyak 48 kg dengan harga Rp18.500 per kilogram, serta telur 12 baki dengan harga Rp65.000 per baki” ungkapnya.
Tak hanya itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga menambah stok bahan pangan, seperti beras premium ukuran 2 kg seharga Rp30.000 dan minyak kelapa sebanyak 3 karton atau sekitar 36 botol. Seluruh bahan tersebut dijual langsung kepada warga hingga habis.
Di sektor pendidikan, perhatian juga diberikan kepada siswa kurang mampu. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sangihe, Jullien Manangkalangi, menyebut bantuan disalurkan berdasarkan kebutuhan yang telah diusulkan pihak sekolah.
“Setelah kami lakukan pengecekan, kebutuhan utama siswa adalah perlengkapan sekolah. Karena itu, kami menyalurkan 22 paket berupa tas dan alat tulis untuk siswa PAUD, SD, hingga SMP” jelasnya.

Sementara itu, layanan kesehatan gratis juga mendapat sambutan antusias. Koordinator kegiatan dari Dinas Kesehatan Sangihe, dr. Ellen Iyong, menyampaikan bahwa sebanyak 151 warga telah mendapatkan pelayanan pada Selasa, 30 April 2026.
“Pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah serta pemberian obat untuk asam urat dan hipertensi,” ujarnya.
Kedatangan rombongan Bupati disambut hangat melalui prosesi adat oleh masyarakat setempat. Suasana keakraban pun berlanjut hingga malam hari dalam acara kebersamaan yang mempererat hubungan antara pemerintah dan warga Pulau Kalama.
(Andy Gansalangi)







