Reporter: Dance Henukh
Rote Ndao.Sulutnews.com – Malam kedua pelaksanaan Festival Literasi Baca, yang berlangsung pada 24 April 2026, menjadi momen tak terlupakan di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah berharga untuk menghidupkan kembali dan menampilkan kekayaan budaya lokal. Acara yang sarat makna ini semakin semarak dan bermakna dengan penampilan istimewa Tari Foti, tarian khas yang lahir dan tumbuh di pulau paling selatan Indonesia ini.
Saat pertunjukan dimulai, suasana malam berubah menjadi hidup dan penuh semangat. Para penari tampil dengan anggun dan gagah, mengenakan pakaian adat asli yang indah, lengkap dengan berbagai aksesoris khas yang menjadi ciri dan tak terpisahkan dari tarian ini. Gerakan yang ditampilkan lincah, penuh tenaga, dan selaras dengan alunan musik pengiring, memancarkan semangat yang membara serta memukau seluruh penonton. Setiap langkah kaki dan lambaian tangan yang diperagakan bukan sekadar gerakan seni belaka, melainkan mengandung makna mendalam yang menggambarkan kehidupan masyarakat Rote yang dikenal tangguh, selalu bersyukur, serta senantiasa menjaga hubungan yang harmonis dengan alam dan sesama manusia. Inilah wujud nyata dari kekayaan budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Penampilan Tari Foti dalam rangkaian festival ini memiliki pesan yang selaras dan menyatu dengan tujuan utama kegiatan. Sama halnya dengan buku dan tulisan yang menyimpan ilmu pengetahuan serta kisah perjalanan kehidupan bangsa, tarian ini pun ibarat sebuah “bacaan hidup” yang memuat berbagai nilai-nilai luhur. Di dalamnya terkandung ajaran tentang pentingnya kebersamaan, ketekunan dalam berusaha, serta rasa bangga yang mendalam terhadap identitas diri dan daerah asal. Melalui penampilan ini, generasi muda diajak untuk lebih mengenal, mencintai, dan turut serta melestarikan warisan budaya yang dimiliki, sekaligus memahami bahwa menumbuhkan budaya baca dan menjaga warisan budaya daerah merupakan wujud nyata dari rasa cinta terhadap tanah air.
Lebih dari sekadar hiburan semata, penampilan ini menjadi bukti nyata adanya upaya serius untuk menjaga kelestarian sekaligus memperkenalkan seni budaya daerah kepada khalayak yang lebih luas. Hal ini membuktikan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik tersendiri dan mengandung makna yang mampu menginspirasi, menyatukan hati, serta menggerakkan semangat banyak orang. Di tengah derasnya arus perubahan zaman, Festival Literasi Baca Rote Ndao mengingatkan kita akan satu hal penting: dengan membaca, kita mampu membuka cakrawala ilmu dan wawasan, sedangkan dengan menjaga budaya, kita memperkuat akar jati diri bangsa. Keduanya merupakan modal berharga yang harus dijaga dan dikembangkan demi mewujudkan masa depan bangsa yang cerdas, berkarakter, dan senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai luhur peninggalan nenek moyang.







