Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Manado · 15 Jun 2026 23:29 WITA ·

Bangkitkan Kualitas Pendidikan GMIM Dilakukan FGD di BPMP Dihadiri Sejumlah Pakar Pendidikan


Foto - Kepala BPMP Sulut Febry Dien ( tengah baju putih) bersama pakar pendidikan dalam FGD Perbesar

Foto - Kepala BPMP Sulut Febry Dien ( tengah baju putih) bersama pakar pendidikan dalam FGD

Manado, Sulutnews.com – Komitmen untuk membangkitkan dan memperkuat kualitas pendidikan di lingkungan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) kembali ditegaskan melalui Forum Group Discussion (FGD) tindak lanjut Seminar Misi Pendidikan GMIM yang berlangsung pada Sabtu (13/6/26) di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara UPT Kemendikdasmen yang berlokasi di Pineleng Kabupaten Minahasa.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari unsur Yayasan Pendidikan AZR Wenas GMIM, Akademisi Universitas Negeri Manado ( Unima) , UKIT Tomohon, Pendeta, Kepala Sekolah, Pemerintah Daerah, Praktisi Pendidikan, serta Widyaprada BPMP Sulawesi Utara dan peserta dan undangan.

Kepala BPMP Sulut Febry Dien ST .M.Inf.Tech ( MAN) lewat siaran Pers yang diterima Senin (15/6/26) mengatakan, FGD kali ini menjadi tindak lanjut dari FGD Seminar Misi Pendidikan yang dilaksanakan dalam rangka HUT Pekabaran Injil ( PI ) dan Pendidikan Kristen ( PK) GMIM ke- 195 yang dilaksanakan di Jemaat GMIM Alfa Omega Tumpaan, Minahasa Selatan 6 Juni 2026.

Atas permintaan sebagian besar dari peserta yang belum sempat terakomodir dalam kesempatan bertanya dan memberikan pendapat sehingga Pnt. Febry H.J. Dien, S.T., M.Inf.Tech(Man) yang menjadi salah satu Panelis dalam kegiatan ini bersedia memfasilitasi FGD lanjutan sekaligus untuk merumuskan RTL (Rencana Tindak Lanjut). ” Jadi FGD di BPMP sangat penting sebagai lanjutan seminar sebelumnya” ujar Febry Dien.

Menjawab Tantangan

FGD saat ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Pendidikan di Sekolah-Sekolah GMIM, sekaligus menindaklanjuti rekomendasi Seminar Misi Pendidikan GMIM dalam bentuk dokumen rekomendasi yang akan disampaikan ke Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM.

Dalam pemaparan materinya Pnt. Febry H.J. Dien, ST., M.Inf.Tech.(Man), yang juga adalah Kepala BPMP Provinsi Sulut dalam paparannya menekankan pentingnya sebuah Upaya untuk melakukan sebuah langkah transformative dalam Pendidikan GMIM melalui pembentukan Tim Transformasi Pendidikan GMIM.

Hal ini Menurut Febry Dien diharapkan dapat menjadi tonggak awal bangkitnya kembali Pendidikan GMIM yang harus dilakukan secara bersama-sama semua pihak yang ada di dalam lingkungan GMIM yang terdiri dari Pimpinan GMIM, Institusi/Lembaga GMIM, Warga GMIM yang didalamnya termasuk Praktisi/Profesional di bidang Pendidikan maupun kolaborasi dengan Pemerintah dan Swasta lainnya.

Foto – Kepala BPMP Sulut Febry Dien ST.M.Inf.Tech. ( MAN) ( tengah) Saat Menjadi Panelis FGD Pendidika GMIM

Menurut Febry Dien minimal ada 3 hal yang menjadi pusat transformasi yang sangat vital yaitu:

Pertama, Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia di bidang Pendidikan GMIM khususnya Tenaga Pendidik dan Kependidikan yang ada di Sekolah-sekolah GMIM.

Kedua, Perbaikan dan Penambahan Sarana dan Prasarana Pendidikan di Sekolah-sekolah GMIM yang sudah sangat tertinggal dan kekurangan.

Dan Ketiga, Perbaikan Tata Kelola Sistem Pendidikan GMIM yang perlu dilakukan untuk dapat menjawab tantangan perkembangan dunia Pendidikan yang semakin pesat.

Dari hasil diskusi yang cukup panjang bersama para Panelis lainnya yang terdiri dari Prof. Dr. Jefrey Lengkong, M.Pd (UNIMA), Pdt. Lucky Paulus Tumbelaka, MTh (Ketua Yayasan AZR Wenas), Dr. Yopie Pangemanan (Warek UKIT), Dr. Fietber Raco, S.Pd, M.Si (Kadispora Minsel) yang juga diikuti oleh narasumber dalam FGD sebelumnya Pdt. Dr. Denny Tarumingi, M.Th, Dr. Rivai Palempung M.Th dan Dr. Johny Taroreh, S.Pd, M.Si ada banyak hal yang turut menjadi perhatian. Yakni

Revitalisasi sekolah perlu menjadi perhatian bersama melalui peningkatan sarana dan prasarana yang didukung oleh berbagai sumber pendanaan, baik pemerintah, yayasan, jemaat maupun Corporate Social Responsibility (CSR).

Kemudian perbaikan tata kelola sekolah juga perlu diperkuat melalui sinergi yang lebih baik antara sekolah dan Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ).

Akses Layanan Pendidikan

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minahasa Selatan, Dr. Fietber Raco, M.Pd., mengidentifikasi sejumlah tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah GMIM saat ini.

Di antaranya adalah persoalan akses layanan pendidikan, upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), minimnya regulasi pendidikan dalam Tata Gereja GMIM, kekurangan guru akibat tidak adanya penempatan ASN di sekolah-sekolah GMIM, hingga menurunnya jumlah peserta didik.

Dan juga mengusulkan pengembangan sekolah unggulan di setiap rayon sebagai pusat peningkatan mutu pendidikan serta mendorong pengalokasian anggaran pendidikan minimal 10 persen dari Anggaran Belanja Pendapatan Jemaat (ABPJ) guna menopang keberlangsungan sekolah-sekolah GMIM.

Pentingnya Kolaborasi

Pakar Pendidikan dari Unima , Prof. Dr. Jeffrey Lengkong, M.Pd., menyoroti pentingnya kolaborasi dan jejaring dalam pengembangan pendidikan.
Menurutnya, sekolah yang efektif harus mampu memberdayakan seluruh potensi yang tersedia saat ini dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pandangan strategis lainnya disampaikan oleh Wakil Rektor UKIT Tomohon, Dr. Yoppy Pangemanan, MM. Ia mendorong Yayasan Pendidikan GMIM untuk memperluas bidang pelayanan pendidikan melalui pengembangan program kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), keamanan siber, pemanfaatan teknologi digital, penguatan budaya riset, serta penginjilan digital yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sementara Ketua Yayasan Pendidikan A.Z.R. Wenas, Dr. Lucky Tumbelaka, M.Th., menegaskan bahwa yayasan memiliki kewenangan untuk membentuk bidang-bidang baru yang mendukung penguatan tata kelola pendidikan. Ia juga menyoroti pentingnya regulasi pendidikan yang lebih kuat sebagai dasar pengembangan sistem pendidikan GMIM yang berkelanjutan.

Kerusakan Sekolah

Dalam sesi diskusi, para peserta menyampaikan berbagai persoalan nyata yang dihadapi sekolah-sekolah GMIM di lapangan. Beberapa isu yang mengemuka antara lain kerusakan berat ruangan sekolah dan ruang belajar, keterbatasan jumlah peserta didik, dampak kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), kebutuhan guru agama, kesejahteraan guru non-ASN, status lahan sekolah untuk mendukung program revitalisasi, kebutuhan pembangunan sekolah unggulan, hingga peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga pendidik.

Peserta juga mengusulkan adanya regenerasi kepala sekolah dan guru melalui sistem rekrutmen yang lebih terencana, peningkatan peran pendeta dan jemaat dalam mendukung pendidikan, penguatan promosi sekolah-sekolah GMIM, serta pertemuan rutin antara yayasan dan satuan pendidikan untuk memastikan koordinasi dan pembinaan yang berkelanjutan.

Rekomendasi

Sebagai hasil FGD, sejumlah rekomendasi strategis berhasil dirumuskan. Rekomendasi tersebut meliputi pembentukan Tim Transformasi Pendidikan GMIM, pelaksanaan asesmen kepala sekolah dan tenaga pendidik secara berkala, penguatan tata kelola pendidikan, revitalisasi sarana dan prasarana sekolah, penyempurnaan regulasi pendidikan dalam AD/ART dan Tata Gereja GMIM, publikasi hasil-hasil riset pendidikan, serta peningkatan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan pendidikan GMIM.

Forum juga menegaskan pentingnya langkah nyata pasca-diskusi agar rekomendasi yang telah dirumuskan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi dapat diwujudkan melalui program kerja yang terukur dan berkelanjutan.

Diakhir kegiatan, peserta FGD menyepakati bahwa momentum ini merupakan titik awal kebangkitan baru pendidikan GMIM. Dengan semangat kolaborasi, tata kelola yang kuat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan seluruh komponen gereja, pendidikan GMIM diharapkan mampu menjadi kekuatan strategis dalam mencetak generasi unggul, berkarakter Kristiani, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Fanny)

Artikel ini telah dibaca 999 kali

Baca Lainnya

Pemda Sulut Berharap Pilhut Serentak di 129 Desa di Kabupaten Minahasa Rabu 17 Juni Berjalan Demokratis, Lancar Aman, Damai, 358 Calon Hukum Tua Siap Bertarung

16 Juni 2026 - 23:15 WITA

KPI Sulut Gelar Sidang Penyelesaian Sengketa PTSL

16 Juni 2026 - 07:42 WITA

Royke Roring Ingatkan Pentingnya Sinkronisasi RT/RW Provinsi ke Kabupaten dan Kota

16 Juni 2026 - 07:04 WITA

Peran Perempuan Dalam PI dan PK GMIM Hinga di HUT Ke-195 Sangat Besar, Sudah Saatnya Dorong Ketua BPMS GMIM Dari Perempuan

15 Juni 2026 - 23:58 WITA

Sekda Minahasa Lynda Wantania : Pemilihan Hukum Tua Serentak di 129 Desa Rabu 17 Juni Siap Digelar, Panitia Harus Profesional, Netral dan Transparan

15 Juni 2026 - 23:54 WITA

Siswa SMA dan SMK Mendaftar Lewat SPMB Hingga Minggu 14 Juni Sebanyak 13.971, Kadis Dikda Femmy Suluh Optimis Akan Bertambah Hingga 24 Juni

14 Juni 2026 - 23:01 WITA

Trending di Manado