Tomohon,Sulutnews.com – Sebuah momentum penting di sektor perumahan nasional berlangsung di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan kunjungan lapangan sekaligus acara serah terima kunci rumah bagi masyarakat di Perumahan Grazia Residence 2, Tomohon.
Hal itu disampaikan Adi Sucipto Pimpinan PT. Garda Bangun Sejahtera, bersama Joice Taroreh, ST.,M.Si Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Tomohon dan Christo Kalumata Kepala Bagian Prokopim saat konferensi pers, Kamis, 9 April 2026.
Disampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program percepatan penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta sinergi lintas kementerian dalam mendukung data kependudukan dan pembangunan infrastruktur permukiman.
“Perumahan Grazia Residence dibawah depeloper PT Garda Bangun Sejahtera, pengembang perumahan Grazia Residence di Tomohon yang aktif sejak 2022 menjadi salah satu proyek percontohan perumahan bersubsidi yang terintegrasi dengan data kependudukan yang valid.
“Unit kami sekarang 201 kapling dan yang sudah terbangun 120 unit, dengan ukuran 7 x 14, atau 98 M2 dengan Tipe Minimalis luas bangunan 36 M2, 2 kamar, 1 ruang tamu dan 1 Kamar Mandi/WC, dengan uang muka 3 juta rupiah” ucap Adi.
Kadis Perkim dalam kesempatan tersebut juga menyoroti penggunaan data statistik untuk mendukung kebijakan perumahan nasional. Pemerintah lewat balai perumahan memberikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) adalah program pemerintah untuk memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Syarat penerima bantuan perumahan adalah warga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tercatat pada DTSEN Desil 1-4, syarat kedua adalah kepemilikan lahan milik sendiri dan satu-satunya rumah yang dimiliki. “Tomohon tahun 2026 mendapatkan 504 unit rumah” ujarnya.
“Kami ingin memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi dengan Kemendagri dan BPS sangat krusial agar program ini tepat sasaran, dengan menekankan pentingnya sinkronisasi data kependudukan dalam penyaluran bantuan perumahan, dengan data yang akurat dari Dukcapil dan BPS, kita bisa memastikan bahwa rumah ini diberikan kepada warga yang benar-benar layak menerima” tegas Joice.
Acara serah terima kunci secara simbolis akan diberikan kepada sejumlah warga penerima manfaat yang telah memenuhi kriteria.
Perumahan Grazia Residence 2 dikembangkan oleh PT. Garda Bangun Sejahtera bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah. Kawasan ini dilengkapi dengan akses jalan, drainase, serta fasilitas umum yang memadai, termasuk air 24 Jam.
Dengan adanya kunjungan dan serah terima kunci ini, diharapkan program sejenis dapat diperluas ke berbagai daerah lain guna mengatasi kesenjangan kepemilikan rumah di Indonesia.(Stephen)







