Bitung, Sulutnews.com – Rangkaian kegiatan, salah satunya tausiah sore menjelang waktu berbuka puasa yang digelar di kawasan Ramadhan Fest Pusat Kota Bitung, Jumat (28/02/2026), berlangsung di tengah antusiasme warga serta para pedagang takjil yang ramai menjajakan dagangannya.
Dalam tausiah yang disampaikan kepada masyarakat, Ustad Zainal Dama mengingatkan bahwa ibadah puasa memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar menahan lapar dan dahaga.
Ia menyampaiakan bahwa Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berpuasa dengan menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, namun ayat tentang puasa justru ditutup dengan harapan agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa.
Menurutnya, Allah tidak menyebut tujuan puasa hanya agar manusia mampu menahan rasa lapar maupun dahaga, meskipun hal tersebut merupakan ujian yang paling nyata dirasakan, terlebih menjelang waktu berbuka puasa ketika rasa haus dan lapar semakin terasa.
“Allah tidak hanya menginginkan kita sekadar berpuasa. Paling tidak, setelah sembilan hari Ramadan ini, puasa harus mampu mendidik diri kita menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Tausiah sore tersebut berlangsung di tengah aktivitas Ramadhan Fest yang dipadati masyarakat.
Warga terlihat tetap khusyuk menyimak pesan keagamaan sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Ramadhan Fest di pusat Kota Bitung yang tidak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi melalui pasar takjil, tetapi juga memperkuat nilai spiritual masyarakat selama bulan suci Ramadan.
(Tzr)





