Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Hukrim · 15 Jan 2026 23:37 WITA ·

Polda Sulut Incar 12 Sindikat Jaringan Penipuan Online Yang Resahkan Masyarakat Sejak 2025


Foto Ilustrasi Perbesar

Foto Ilustrasi

Manado,Sulutnews.com – Polda Sulawesi Utara mengeluarkan peringatan usai menerima sebanyak 12 laporan kasus penipuan melalui online, yang resahkan masyarakat termasuk rayuan menjadi pekerja di luar negeri dan dipaksa bekerja di bawah ancaman kekerasan.

Sindikat jaringan penipuan online pada 2026 diduga akan semakin terorganisir dengan melibatkan jaringan internasional yang memanfaatkan teknologi canggih dan metode rekayasa sosial (social engineering).

Polda Sulut melaluI Polisi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) atau unit polisi yang jadi garda terdepan pelayanan masyarakat telah memberi respon dengan melakukan pemgincaran berikutnya penyelidikan kepada sebanyak 12 Sindikat jaringan penipuan online beserta warga yang menjadi korban.

Dalam keterangan pers, Kamis (15/1) di Manado Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar waspada dan berhati-hati dengan berbagai modus penipuan online.

“Kami mengimbau warga masyarakat agar berhati-hati dengan modus-modus penipuan online yang sangat merugikan ini,” kata Kombes Pol Alamsyah Hasibuan.

Di satu sisi perkembangan digital memudahkan urusan, namun di sisi lain menjadi celah bagi para pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksinya, ucapnya.

Di bagian lain ia menambahkan bahwa modus penipuan online semakin beragam dan sulit dibedakan dengan informasi resmi. Mulai dari pengiriman file APK berkedok kurir paket, lowongan pekerjaan di dalam dan luar negeri, undangan pernikahan digital, jual beli online, trading saham hingga tawaran pekerjaan dengan komisi tinggi yang berujung kerugian materil.

Beberapa pola yang sering digunakan pelaku untuk beraksi bahkan menguras rekening korban antara lain pelaku memanipulasi psikologis korban dengan menciptakan rasa panik misalnya mengirimkan short massage service (SMS) dengan menggunakan kalimat seperti ini : rekening anda diblokir, atau Anda memenangkan undian ratusan juta.

Pelaku juga mengirimkan tautan yang menyerupai situs resmi bank atau instansi pemerintah untuk mencuri data pribadi dan password.

“Kami imbau masyarakat jangan sembarangan klik, abaikan pesan dari nomor tidak dikenal yang mengirimkan file atau tautan mencurigakan, verifikasi sumber resmi, jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, atau password kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank, aktifkan fitur pengamanan ganda pada aplikasi perbankan, media sosial, dan whatsapp anda,” katanya.

Ia mengatakan bahwa kunci utama terhindar dari penipuan online adalah ketelitian dan jangan mudah percaya.

“Jika ada warga masyarakat yang menjadi korban, segera hubungi pihak bank untuk memblokir rekening dan lapor ke pihak berwajib,” pungkasnya.(Yayuk)

Artikel ini telah dibaca 1,229 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kadis Dikbud Manado Peter Assa: Hadiknas 2026 Dimeriahkan Berbagai Lomba Untuk Perkuat Literasi dan Pertajam Numerasi

2 Mei 2026 - 23:48 WITA

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Menjadi Inspektur Upacara Hardiknas, Sejumlah Kepsek Bangga Pemerintah Bantu Sektor Pendidikan

2 Mei 2026 - 23:29 WITA

Amankan Ratusan Kaleng CN Ilegal di Mitra, Polisi Diminta Ungkap Pemasok dan Pengedar Hingga ke BMR

2 Mei 2026 - 19:47 WITA

2 Ronde Penentu Langkah GABMO Menuju Final GBOT 6

2 Mei 2026 - 08:24 WITA

Sekitar 12.085 Siswa Kelas XII di 197 SMK Dinyatakan Berkompeten Setelah Ikut UKK Selama Bulan April 2026

1 Mei 2026 - 23:15 WITA

Dikda Sulut Berikan Apresiasi 36 Sekolah Ikut SMK Expo Banyak Karya Siswa Berkualitas Yang Dipamerkan

1 Mei 2026 - 23:02 WITA

Trending di Manado