Menu

Mode Gelap
DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Manado · 7 Jan 2026 17:14 WITA ·

Pilkada Dipilih DPR. Louis Carl Schramm : Memiliki Banyak Manfaat Positif


Pilkada Dipilih DPR. Louis Carl Schramm : Memiliki Banyak Manfaat Positif Perbesar

MANADO,Sulutnews.com – Rencana pemerintah akan memggelar Pilkada lewat DPRD Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sulut ,Louis Carl Schramm, SH.MH memberi pandangan jika pelaksanaan pemilihan kepala daerah, mulai dari Gubernur, Bupati dan Wali Kota, dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akan memiliki banyak manfaat yang positif. Menurutnya pelaksanaan pemilihan kepala daerah, melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akan menghemat anggaran negara sekaligus meminimalisir konflik dikalangan masyarakat.

“APBD untuk penyelenggaraan pilkada langsung terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2024 lalu, anggaran pilkada tercatat hampir Rp 83 Miliar dari sisi anggaran akan lebih hemat bilamana kepala dipilih oleh DPRD yang merupakan wakil rakyat yang dipilih langsung melalui pemilu dan memiliki tanggung jawab politik kepada konstituennya,” tegas Louis, Selasa,( 6/1/2026)

Juga Wakil Ketua Komisi IV Dewan Sulut ini mengatakan pelaksanaan pemilihan kepala daerah, melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) juga akan menekan polarisasi di tengah masyarakat yang kerap muncul selama tahapan pesta Demokrasi tersebut langsung. ”Fakta yang terjadi dilapangan perpecahan masyarakat, kelompok, atau pandangan menjadi dua kutub yang sangat berlawanan dan ekstrem, seringkali disertai peningkatan konflik dan ketidak mampuan untuk berkompromi, yang dapat terjadi di ranah sosial, politik, dalam konteks sosial-politik, polarisasi memicu dikotomi “kami vs. mereka”, dan memunculkan konflik dan persoalan ditengah masyarakat,” imbuhnya.

Pelaksanaan Pilkada tidak langsung merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem demokrasi yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.“Pilkada tidak langsung juga mampu mendorong lahirnya kepala daerah yang memiliki kapasitas, integritas, dan visi pembangunan yang jelas, karena melalui proses seleksi dan pertimbangan yang lebih matang oleh wakil rakyat,” kata dia sambil mengingatkan, agar usulan pemilihan kepala daerah, mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota, dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) harus dibahas secara matang agar tidak meninggalkan celah.(josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 954 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pertemuan Dengan Warga Koha Batal Wenny Lumentut : Saya Tidak Ingin Mendahului

22 April 2026 - 19:45 WITA

Warga Koha Batalkan Pertemuan, Wenny Lumentut : Saya Tidak Ingin Mendahului

22 April 2026 - 19:26 WITA

Wenny Lumentut : Lahan Yang Dipersoalkan Adalah Lahan Perkebunan Bukan Hutan Lindung

22 April 2026 - 15:59 WITA

Sekwan: Paripurna LKPJ Gubernur Sulut Tahun 2024 Akan Digelar Kamis Besok Bersama Laporan Hasil Reses Anggota DPRD

22 April 2026 - 11:08 WITA

Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Revitalisasi 16.167 Satuan Pendidikan Tahun 2025 Mendukung Program Astacita Presiden Prabowo Tingkatkan Mutu Pendidikan

21 April 2026 - 23:24 WITA

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Resmikan Sejumlah Gedung Sekolah Pasca Revitalisasi di Manado dan Minahasa

21 April 2026 - 23:06 WITA

Trending di Manado