Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Manado · 7 Jan 2026 17:14 WITA ·

Pilkada Dipilih DPR. Louis Carl Schramm : Memiliki Banyak Manfaat Positif


Pilkada Dipilih DPR. Louis Carl Schramm : Memiliki Banyak Manfaat Positif Perbesar

MANADO,Sulutnews.com – Rencana pemerintah akan memggelar Pilkada lewat DPRD Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sulut ,Louis Carl Schramm, SH.MH memberi pandangan jika pelaksanaan pemilihan kepala daerah, mulai dari Gubernur, Bupati dan Wali Kota, dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akan memiliki banyak manfaat yang positif. Menurutnya pelaksanaan pemilihan kepala daerah, melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akan menghemat anggaran negara sekaligus meminimalisir konflik dikalangan masyarakat.

“APBD untuk penyelenggaraan pilkada langsung terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2024 lalu, anggaran pilkada tercatat hampir Rp 83 Miliar dari sisi anggaran akan lebih hemat bilamana kepala dipilih oleh DPRD yang merupakan wakil rakyat yang dipilih langsung melalui pemilu dan memiliki tanggung jawab politik kepada konstituennya,” tegas Louis, Selasa,( 6/1/2026)

Juga Wakil Ketua Komisi IV Dewan Sulut ini mengatakan pelaksanaan pemilihan kepala daerah, melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) juga akan menekan polarisasi di tengah masyarakat yang kerap muncul selama tahapan pesta Demokrasi tersebut langsung. ”Fakta yang terjadi dilapangan perpecahan masyarakat, kelompok, atau pandangan menjadi dua kutub yang sangat berlawanan dan ekstrem, seringkali disertai peningkatan konflik dan ketidak mampuan untuk berkompromi, yang dapat terjadi di ranah sosial, politik, dalam konteks sosial-politik, polarisasi memicu dikotomi “kami vs. mereka”, dan memunculkan konflik dan persoalan ditengah masyarakat,” imbuhnya.

Pelaksanaan Pilkada tidak langsung merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem demokrasi yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.“Pilkada tidak langsung juga mampu mendorong lahirnya kepala daerah yang memiliki kapasitas, integritas, dan visi pembangunan yang jelas, karena melalui proses seleksi dan pertimbangan yang lebih matang oleh wakil rakyat,” kata dia sambil mengingatkan, agar usulan pemilihan kepala daerah, mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota, dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) harus dibahas secara matang agar tidak meninggalkan celah.(josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 954 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kadis Dikbud Manado Peter Assa : Nilai TKA Siswa Disejumlah SMP Sudah Ada, Sebagai Syarat Masuk SMA Dan SMK

8 Juni 2026 - 20:48 WITA

Pansus RTRW DPRD Sulut Desak Rekomendasi Depdagri, Tuntas

8 Juni 2026 - 20:30 WITA

Paripurna DPRD Sulut Terkait LHP BPK RI, Pemprov Sulut Dapat Opini WTP

8 Juni 2026 - 20:07 WITA

Kepala BPBD Sulut Adolf Tamengkel Minta Warga Tetap Waspada Karena Ada Gempa Susulan, Belum Ada Korban Jiwa Dan Kerusakan Berat Pasca Gempa 7,7 SR

8 Juni 2026 - 12:25 WITA

BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

8 Juni 2026 - 08:00 WITA

Polda Sulut Adakan Operasi Patuh Lokon 8-21 Juni 2026

7 Juni 2026 - 23:05 WITA

Trending di Kepolisian