Sitaro.sulutnews.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Joickson Sagune, angkat bicara terkait gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 yang terjadi di wilayah perairan Sitaro pada Minggu, 9 November 2025 sekira pukul 18.01 Wita.
Dikatakan, Joickson Sagune, hingga pagi ini, Senin 10 November 2025, belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa tersebut.
“Hingga saat ini, kondisi wilayah masih aman dan tidak ada dampak kerusakan yang dilaporkan,” ujarnya.
Meski demikian, Sagune mengimbau seluruh masyarakat, terutama para camat, lurah, dan kepala desa, untuk tetap proaktif dalam memantau kondisi di lingkungan masing-masing dan segera melaporkan jika terdapat dampak akibat gempa.
“Kesadaran dan kewaspadaan dari masyarakat serta aparat pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Paniki, Halasan Tampubolon, mengaku tidak merasakan getaran gempa tersebut dan baru mengetahui peristiwa itu melalui informasi yang tersebar di media sosial.
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari tiga pulau utama. Yaitu, Pulau Siau, Pulau Tagulandang, dan Pulau Biaro. Wilayah ini dikenal dengan garis pantai yang panjang dan sebagian besar wilayahnya merupakan lautan.
BPBD Kabupaten Sitaro terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama di daerah rawan gempa dan bencana alam lainnya.







