Manado, Sulutnews.com – Progres penyelesaian pekerjaan Revitalisasi sejumlah SMK dan SMA dilingkungan Dikda Sulut sudah mencapai 70 hinga 80 persen.

Progres pekerjaan semua sudah dilaporkan keatasan yakni Kemendikdasmen. Karena itu sejumlah Kepsek berharap segera ada pencairan untuk dana sisa 30 persen dari nilai dana revit setiap sekolah.
Pekerjaan kita sudah diatas 70 bahkan 80 persen progres pekerjaan dan target 15 Desember bisa terealisasi 100 persen. Namun dana 30 persen sudah harus dicairkan karena sangat dibutuhkan.
Hal tersebut diungkapkan sehumlah Kepsek antara lain Kepsek SMK Negeri 1 Tumpaan di Kabupaten Minsel Freddy Lengkong S.Pd dan Kepsek SMK Negeri 1 di Kota Bitung Drs Christo Lewan dan Anshar Nusa S.Pd.M.Si Kepsek SMK Negeri 1 Kaidipang di Kabupaten Bolmut serta Kepsek SMA Negeri 1 Kotamobagu Masyuri Podomi S.Pd M.Pd.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Kotamobagu Mansyuri Podomi S.Pd.M.Pd
Mereka ditemui Jurnalis Sumikolah Sulut Kamis (20/11) disela sela pelaksanaan SMK Expo 2025 di Kawasan Mega Mas Manado dan Jumat ( 20/11)
Menurut Kepsek Freddy Lengkong cepat pekerjaan revit disekolahnya karena mempekerjakan tukang atau bas yang banyak . Dan juga pengawasan kita ketat. Ada beberapa ruang praktek siswa yang kita bagun” Kami sementara menungu dana 30 persen karena untuk bayar bas dan belanja lainya. Untuk sekolahnya mendapat dana revit Rp 2,5 miliar.
Untuk SMK Negeri 1 Di Bitung menurut Kepsek Drs Christo Lewan sudah hampir 80 persen progres pekerjaan dengan nilai Rp 3,8 miliar” Saya sudah laporkan ke Kementrian Dikdasmen progres pekerjaan tingal menungu pencairan dana 30 persen.
Untuk sekolahnya ada pembangunan sejumlah toilet, gedung praktek pemasaran berupa minimarket juga ruang kuliner perbaikan ruang praktek siswa serta pengecetan ruang kelas.

Foto – Kepsek SMK Swasta Xaverius Manado Michael Talangi M.Pd
Hal yang sama dikatakan Kepsek SMK Negeri 1 Kaidipang Bolmut Anshar Nusa. Menurutnya progres pekerjaan tingal sedikit sudah 80 persen rampung untuk ruang praktek kendaraan untuk mobil.””Kami sudah laporkan dan berharap segera cair dana 30 persen” ujar Kepsek.
Sementara di SMA Negeri 1 Kotamobagu menurut Kepsek Masyuri Podomi sudah 80 persen rampung rampung. Pihaknya sudah laporkan namun belum cair 30 persen sisa angaran. Ada Rp 1.098 miliar yang diberikan kepada sekolah mereka untuk rehab toilet dan ruang kelas.
Meski SMK Kecil Dapat Revit
Sedangkan Kepsek SMK Xaverius Manado Michael Talangi M.Pd secara terpisah kepada Jurnalis Sumikolah Sulut disekolahnya baru baru ini menyatakan syukur atas bantuan Presiden Prabowo lewat Kementrian Dikdasmen berupa dana revit Rp 1,2 miliar meski termasuk sekolah SMK kecil dengan siswa tidak capai 250.

Foto – Kabid SMK Dikda Sulut Vecky Pangkerego S.Pd.M.Pd
Kita ada bangun toilet juga rehap lima ruang kelas dan pengecetan serta ruang UKS dan BK ” Sudah 75 persen rampung dan lagi berharap dana 30 persen” ujar Talangi yang juga sudah beberapa kali menjadi Kepsek disekolah swasta.
Dengan adanya proyek revit akan lebih baik proses belajar mengajar dan akan meningkat jumlah siswa yang masuk SMK Xaverius tahun tahun mendatang.” Jadi dampaknya cukup baik untuk sekolahnya” kata Kepsek Talangi.
Sebelumnya Kabid SMK Dikda Sulut Vecky Pangkerego S.Pd.M.Pd kepada Jurnalis Sumikolah Sulut mengatakan, meski itu proyek revit dana dari pusat Kemendikdasmen untuk sekolah di Sulut termasuk dilingkungan Dikda pihaknya juga tetap bantu mendurong percepatan pekerjaan dan ikut spek atau aturan.
Pengawasan itu dari Kementrian yang ketat melibatkan berbagai aparat pengawasan. ” Saya optimis semua sekolah penerima revit itu bekerja tepat waktu” tambah Kabid.
249 Sekolah di Sulut
Dari data yang ada untuk SMK Negeri dan Swasta penerima dana Revit sekitar 43 SMK dari 192 SMK di Sulut. Sementara SMA Negeri dan Swasta penerima Revit sekitar 41 SMA dan SLB Negeri dan Swasta sekitar 6 SLB.

Dan untuk keseluruhan Satuan Pendidikan baik Sekolah PAUD, TK, SD, SMP, SMA serta SMK dan SLB di 15 Kabupaten dan Kota sesuai data dari Kemendikdasmen yang disampaikan Menteri Abdul Mu”ti saat mengunjungi Sulut bulan September 2025 lalu ada sekitar 249 Sekolah dengan nilai dana revit Rp 225 Miliar. (Fanny)







