Manado, Sulutnews.com – Suasana ruang rapat pimpinan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terasa lebih serius namun penuh semangat kebersamaan pada Rabu (5/8/26). Di hari pertama resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor, Prof. Dr. Ir. Jamaludin Jompa, M.Sc., yang juga dikenal sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), langsung menggelar rapat perdana bersama jajaran Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Lembaga, hingga perwakilan Senat.

Foto – Plt Rektor Unsrat Prof Dr Ir Jamaludin Jompa M.Sc ( tengah) saat Memimpin Rapat Perdana Dengan Wakil Rektor, Dekan, Ketua Lembaga, dan Pimpinan Senat Rabu 5 Agustus 2026
Pertemuan penting ini digelar menyusul terbitnya Surat Perintah dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) yang menunjuk Prof. Jamaludin untuk memimpin Unsrat hingga terpilihnya rektor definitif. Dalam rilis resminya, Kepala Humas dan Bidang Komunikasi Unsrat, Dr. Max Rembang, M.Si., menyampaikan bahwa arahan Plt Rektor kali ini bukan sekadar instruksi rutin, melainkan “kompas darurat” untuk memastikan roda kampus tetap berputar di masa transisi.
“Pokok utama tugas Plt Rektor adalah memastikan layanan akademik tetap prima, Tridarma Perguruan Tinggi berjalan optimal, dan seluruh aktivitas kampus berlangsung aman serta kondusif,” ujar Dr. Max Rembang usai rapat.

Foto Plt Rektor Unsrat Prof Dr Ir Jamaludin Jompa M.Sc ( tengah) dan Pimpinan Unsrat Wakil Rektor dan Dekan serta Senat.
Dalam arahannya, Prof. Jamaludin menyoroti 7 (tujuh) pilar penting yang harus menjadi perhatian bersama. Berikut ringkasannya:
1. Layanan Akademik Zero Delay
Prof. Jamaludin menekankan agar seluruh fakultas dan unit pelayanan akademik bergerak cepat. Mulai dari registrasi, pengisian rencana studi, bimbingan, ujian, hingga wisuda harus tuntas sesuai kalender akademik. “Mahasiswa harus mendapat layanan cepat, tepat, dan transparan,” tegasnya.
2. Aktivitas Kampus Normal 100%
Seluruh roda administrasi, keuangan, hingga kemahasiswaan diminta tetap berjalan normal. Tidak boleh ada kekosongan atau hambatan birokrasi yang merugikan sivitas akademika.
3. Koordinasi adalah Kunci
Prof. Jamaludin secara tegas melarang adanya unit yang berjalan sendiri (jalan sendiri). Setiap persoalan lintas unit wajib diselesaikan secara kolektif melalui komunikasi cepat.
4. Laporan Berkala dan Solusi Mandiri
Para Wakil Rektor, Dekan, dan Kepala Lembaga diminta melapor secara periodik. Namun, ia menekankan, masalah yang bisa diselesaikan di tingkat fakultas harus segera dituntaskan, tanpa menunggu instruksi dari rektorat. Hanya masalah strategis berdampak luas yang wajib segera dilaporkan ke pimpinan.
5. Tata Kelola dan Integritas Tak Tergoyahkan
Seluruh keputusan administratif harus berpedoman kuat pada peraturan perundang-undangan dan aturan internal universitas. Tidak ada ruang untuk tindakan di luar koridor hukum.
6. Suasana Kampus Damai dan Bebas Konflik
Ini menjadi sorotan utama. “Unsrat adalah rumah bersama. Perbedaan pendapat itu wajar, tapi selesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan konflik,” tegas Plt Rektor. Seluruh pimpinan diminta menjamin rasa aman bagi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga orang tua dan mitra Unsrat.
7. Lanjutkan Program Strategis
Program-program yang sudah direncanakan dan berjalan baik, harus tetap dilanjutkan, selama bermanfaat dan sesuai aturan.

Ajakan Kolektif untuk Unsrat yang Lebih Kuat
Di akhir rapat, Prof. Jamaludin menyampaikan pesan menggugah bahwa tanggung jawab menjaga Unsrat bukan hanya di pundak Plt Rektor, melainkan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen.
“Mari kita mengutamakan kepentingan institusi, kepentingan mahasiswa, dan kepentingan masyarakat. Mari kita bekerja secara profesional, cepat, tepat, dan hati-hati,” ujar Plt Rektor.
Ia menambahkan, “Kita harus membuktikan bahwa Universitas Sam Ratulangi adalah institusi yang kuat, dewasa, dan mampu menjalankan seluruh fungsi akademik dan administrasinya dalam berbagai situasi. Saya harap dukungan dan loyalitas penuh dari semua pimpinan.”
Dengan 7 arahan ini, Plt Rektor optimis masa transisi di Unsrat akan berjalan mulus, sekaligus menjadi fondasi bagi kepemimpinan definitif di masa depan.(Fanny)





