MANADO, Sulutnews.com – Anggota DPRD Sulawesi Utara Piere Makisanti menyorot bantuan bencana NTT sebesar Rp 750 Juta dia meminta pemerintah hendaknya harus memprioritaskan kebutuhan masyarakat di daerah yang terdampak bencana alam. Menurut Piere Makisanti, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat Sulut. Apalagi, saat ini sejumlah daerah di Sulut menghadapi bencana alam yang membutuhkan perhatian serta bantuan pemerintah.
“Seharusnya torang memenuhi dulu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Sulut. Karena torang mengatur apa yang menjadi harapan masyarakat di Sulut,” ujar Piere.
Ia menilai kondisi fiskal dan ekonomi yang dihadapi pemerintah saat ini tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Piere juga menyoroti upaya daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, PAD yang diperoleh daerah seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di Sulut.“Bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan saat ini belum mendapatkan perhatian. Kami susah-susah mencari PAD di daerah dan diberikan ke luar daerah, padahal dalam daerah juga membutuhkan,” tegasnya.
Piere kemudian mengibaratkan kondisi tersebut dengan peribahasa, ‘semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak’. Ia mencontohkan kondisi masyarakat di Kakas yang terdampak abrasi laut. Menurutnya, persoalan tersebut telah disampaikan sebelumnya, namun hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.“Seperti yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, contohnya di Kakas yang terdampak abrasi laut. Sampai saat ini belum mendapat perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.
Piere berharap pemerintah dapat kembali melihat kebutuhan masyarakat di daerah dan memastikan kebijakan serta anggaran yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi warga Sulut, khususnya mereka yang tengah menghadapi bencana dan kesulitan ekonomi. Bantuan Pemprov Sulut ke daerah luar, kata politisi PDI Perjuangan ini bukan masalah, hal itu memang baik.“Tetapi kembali lagi, apakah masyarakat kita sudah terpenuhi semua? Semoga hal ini bisa menjadi perhatian bersama,” tutupnya.(josh tinungki)




