Manado, Sulutnews.com – Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mayor Jenderal TNI Mirza Agus, S.I.P., menggelar pertemuan santai bertajuk Kopi Morning bersama insan pers di Kawasan Megamas, Manado, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi serta membangun komunikasi terbuka dalam rangka mendukung stabilitas keamanan dan percepatan pembangunan di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Pangdam menyampaikan bahwa peran pers merupakan elemen vital dalam ekosistem kolaborasi Pentahelix, yang melibatkan akademisi, pengusaha, masyarakat, pemerintah, dan media.

“Media bukan sekadar saluran informasi. Media adalah jaringan saraf dan ruang bersama yang menghidupkan, menyelaraskan, dan mengakselerasi interaksi antaraktor untuk menciptakan solusi inovatif serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Pangdam.
Ia menambahkan, kehadiran wartawan di tengah masyarakat memungkinkan aspirasi rakyat lebih cepat tersampaikan ke struktur infra dan supra politik, sehingga dapat diproses menjadi kebijakan baik di tingkat daerah maupun pusat.

Pada kesempatan itu, Pangdam juga memaparkan tiga program utama yang tengah digalakkan jajaran Kodam XIII/Merdeka, yaitu:
- Karya Bakti Skala Besar di Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar)
Kegiatan ini berlangsung sejak 15 Juli hingga 15 September 2026 di Kabupaten Talaud dan sebagian Kabupaten Sangihe, dengan sasaran 120 titik pembangunan. Sebanyak 500 prajurit dikerahkan, dibantu masyarakat setempat, untuk mengerjakan perbaikan sekolah, rehab rumah, perbaikan jalan, penyediaan air bersih, serta tambahan satu titik pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Melonguane yang diproyeksikan beroperasi 24 jam dan mampu memenuhi kebutuhan 25–30 kepala keluarga.
“Dari total 120 titik, 76 titik telah selesai 100 persen, sisanya masih dalam tahap pengerjaan 50–90 persen. Kami juga melibatkan dosen dan mahasiswa Unsrat dalam konsep Pentahelix ini,” jelasnya.
- Pembangunan Empat Batalyon Baru
Kodam XIII/Merdeka mendapat alokasi pembangunan empat batalyon, yaitu:
- Yonif TP 824/MO’E’A di Gorontalo Utara,
- Yonif TP 868/Bantong Sakti di Bolaang Mongondow Timur (masing-masing telah diisi lebih dari 600 prajurit),
- Yonif 915/Bituo, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 915/Bituo terletak di Kabupaten Boalemo, Gorontalo.
- Yonif TP 916/Bara Sakti, di Kota Bitung, Sulut.
TNI AD menargetkan pembangunan 150 batalyon per tahun hingga 750 batalyon tahun 2029 di seluruh Indonesia.

- Penerimaan Prajurit Baru (Werving)
Proses rekrutmen prajurit TNI dilaksanakan secara gratis tanpa pungutan biaya, mulai dari Tamtama, Bintara, hingga Perwira, serta mengutamakan putra-putri daerah. Pangdam mengingatkan masyarakat agar tidak percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan.
“Werving dilaksanakan hingga tiga kali dalam setahun. Nilai setiap tahapan langsung dikirim ke pusat, tidak ada celah kecurangan,” tegasnya.

Di akhir pertemuan, Pangdam kembali menegaskan komitmen Kodam XIII/Merdeka untuk terus terbuka dan transparan dengan awak media.
“Mari kita bersinergi, saling mendukung, dan bekerja sama menghadapi tantangan demi terwujudnya masyarakat sejahtera. Terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini,” pungkasnya.
Acara ini dihadiri sejumlah pejabat Kodam XIII/Merdeka dan diharapkan menjadi agenda rutin dalam memperkuat hubungan harmonis antara TNI dan insan pers di Sulawesi Utara.(Merson)




