MANADO, Sulutnews. Com – 10 Warga Negara Asing asal Afganistan yang tinggal di Wilayah Sulaweai Utara tepatnya di Kota Manado selama 23 tahun tanpa dilengkapi dukomen diamankan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Sulut;. Kepada Sulutnews. Com Kepala Badan Kesaruan Bangsa dan Politik Sukaweai Utara Ferry Sangian mengatakan gerak cepat Timpora mekakukan pengamanan setelah mendapatkan laporan masyarakat dan berkoordinasi dengan Pemkot Manado Insansi terkait Keimigrasian Sulut dan Manado, Polda Sulut, BIN, Sekot Manado, Discapil Mdo, Jumat 31 Maret 2023
“Timpora langsung melakukan sidak ke lokasi dan berkoordinasi dengan Camat Singkil, selanjutnya kami mendatangi rumah kontrakan yang menjadi tempat tinggal WNA, ” jelas Sangian
Daalm sidak didapati 1 orang perwakilan WNA bernama ALI, dan selanjutnya dibawa ke kantor Lurah Singkil 2 Kota Manado yang letaknya hanya kurang lebih 100 meter dan dalam pertemuan klarifikasi dengan Ali yang menjadi juru bicara WNA dengan lancar berbahasa Indonesia bahkan dialeg Manado yang sangat kental menjelaskan bahwa dirinya dan Sembikan orang saudaranya tinggal di Manado sejak thn 2000 (23 thn) dan tidak memiliki selembar dokumen pun, bahkan mereka sudah mengenyam pendidikan dan tamat di SMP Negei 2 Manado,, SMA Negri 4 Manado dan Khusus Ali sudah selesai Study (S1) di Fatek UNSRAT Manado.”Pengamanan terhadap 10 Warga Negara Asing Afganistan yang sudah 23 tahun tinggal dan menetap di Sulut adalah sebuah persoalan lemahnya pengawasan terhadap keberadaan WNA Ilegal dan ini patut menjadi perhatian bersama instansi terkait, ” kata Sangian.
Terungkapnya keberadaan 10 warga negara asing afganistan yang sudah tinggal puluhan tahun di Sulut menjadi persoalan serius yang harus disikapi okeh pihak tberwajib untuk melakukan oengawasan terhadap lalu lintas orang, sebab bukan tidak mungkin ada WNA lain yang sudah masuk dan menetap diwilayah Sulut namun tidak diketahui.”Pihak Imigrasi segera bertindak sesuai Peraturan Perundang Undangan yang berlaku di Indonesia terhadap WNA yang tinggal tanpa inin, ” kata Sangian menyarankan. (josh tinungki)





