Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sulut · 7 Sep 2023 11:12 WITA ·

1.200 Hektar Hutan Dan Lahan Perkebunan Di Minahasa Tenggara Dilalap Api


Foto : Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara Jemmy Ringkuangan Perbesar

Foto : Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara Jemmy Ringkuangan

Manado,Sulutnews.com – Kebakaran yang berasal dari hutan dan lahan perkebunan serta pertanian (karhutla) terjadi di Kabupaten Minahasa Tenggara. Api melalap habis hutan dan lahan perkebunan masyarakat mulai Senin, (3/9).

Peristiwa Karhutla di Mitra, api baru bisa dikendalikan tiga hari berkat kesigapan Tim Gabungan Polhut dan Pemprof Sulut. Dalam insiden Karhutla itu tak ada korban jiwa.

Pemprov Sulut melalui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara Jemmy Ringkuangan mengatakan yang terbakar itu adalah hutan seluas 1.200 hektar dan perkebunan masyarakat di Kabupaten Mitra. Jika hutan milik negara yang terbakar maka yang bertanggingjawab adalah pemerintah.

“Kebakaran hutan dan lahan di areal perkebunan masyarakat seluas 1.200 hektar, sampai dengan hari ini titik api sudah bisa kita dikendalikan terdiri dari Tim gabungan polhut beserta pemprof,” kata Jimmy Ringkuangan kepada pers, Kamis (7/9) di Manado.

Selanjutnya Mitra masih dalam situasi tanggap darurat hingga tujuh hari ke depan yaitu apabila titik-titik api sudah bisa dikendalikan.

Ia menghimbau agar masyarakat tidak membuka lahan perkebunan atau lahan baru pertanian dengan cara membakar karena Karhutla seperti yang terjadi di Mitra tersebut.

“Saya meminta kepada masyarakat agar menghindari praktik membakar dalam lahan baru yang akan dijadikan pertanian atau perkebunan guna mengantisipasi terjadinya kebakaran yang lebih serius,” imbau pria lulusan IPDN ini.

Potensi kebakaran dimasa cuaca ekstrem Elnino yang sedang berlangsung ini sangat memicu terjadinya kebakaran hutan yang efeknya dapat merembes jatuhnya korban.

Mantan Sekda Tomohon ini pun meminta untuk pemerintah kabupaten dan kota segera merespon musim cuaca yang tengah berjalan ini dan menjaga serta melestarikan alam demi keseimbangan ekosistem yang sehat dan terawàt.(yayuk)

Artikel ini telah dibaca 601 kali

Baca Lainnya

HUT ke 18, Angelia Wenas Ajak Masyarakat Bangun Kebersamaan Untuk Boltim Yang Lebih Baik

23 Juli 2026 - 21:25 WITA

Pertamina Regional Sulawesi Perluas Penyaluran Biosolar B50, Kini Tersedia di 590 SPBU di Enam Provinsi

22 Juli 2026 - 18:06 WITA

Vionita Kuerah : Perlindungan Perempuan dan Anak Merupakan Upaya Penegakan Hak Asasi Manusia

22 Juli 2026 - 12:59 WITA

Pansus Ranperda Perizinan Berusaha DPRD Sulut Target Dua Bulan Selesai

21 Juli 2026 - 22:10 WITA

DPRD Sulut Gelar Paripurna Internal, Tetapkan Usul Prakarsa DPRD Terhadap Ranperda Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

21 Juli 2026 - 05:50 WITA

APBD Sulut Tahun 2027 Wajib Alokasikan Dana Untuk Program Kesehatan Masyarakat

18 Juli 2026 - 18:56 WITA

Trending di Manado