MANADO,Sulutnews.com – Rapat Dengar Pendapat antara Komisi III DPRD Sulut dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Sulawesi Utara dan Tokoh Masyarakat Lingkar Tambang terkait akses jalan Nasional di wilayah itu yang dikeluhkan warga, digelar Senin (27/4/2026) di kantor DPRD Sulut. Perwakilan warga Richardno Tatuil, mengatakan kondisi jalan yang biasa diakses warga sudah dalam kondisi berbahaya terhadap keselamatan warga memohon DPRD Sulit dapat memfasilitasi agar jalan tersebut dialihkan atau dicarikan jalan alternatif.
“Akses jalan nasional di Likupang Timur yang menjadi jalur pekonomi, pendidikan dan kesehatan lebih menggunakan jalan Girian Kota Bitung. Saat ini ada begitu banyak keresahan terjadi ditengah masyarakat dan kondisi ini sangat memprihatinkan. Intinya kenyamanan dan keselamatan warga untuk menggunakan akses jalan ini penting untuj diperhatikan,” kata Richardno
Tatuil juga menjelaskan warga saat ini membutuhkan akses jalan baru sebagai sarana dalam beraktivitas “Keinginan kami adalah dapat melewati jalan yang bisa menjamin keselamatan warga saat membawa hasil bumi, ataupun dalam kegiatan lain. Kami ingin jalan baru karena jalan yang lama kondisinya sudah tidak bisa digunakan ,” kata Tatuil
Terkait hal ini, Head External dan Sustainability Dept PT MSM/TTN, Yustinus Harry Setiawan mengakui fakta bahwa keadaan jalan dimaksud sesuai yang dikeluhkan warga.“Saat ini perusahaan sedang memperbaiki jalan nasional eksisting yang mengalami penurunan level. Perbaikan ini membutuhkan waktu sekitar 5-6 bulan,” kata Yustinus didampingi Deputy Manager External Relations PT MSM/TTN Herry Sinyo Rumondor bersama tim.
RDP ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Royke Anter, dan dipimpin Ketua Komisi III Berty Kapojos, bersama Wakil Ketua Nick Lomban, Sekretaris Yongkie Limen, anggota Amir Liputo, Gracia Oroh, Haslinda Rotinsulu, dan Toni Supit.(josh tinungki)







