Bitung, Sulutnews.com – Wali Kota Bitung, Hengky Honandar secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Kota Bitung Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 16–17 Mei 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani Menuju Kota Bitung yang Religius, Harmonis dan Maju” ini diikuti oleh 146 peserta yang merupakan kafilah dari tujuh kecamatan se-Kota Bitung.
” Semoga pelaksanaan MTQ tahun ini berjalan lancar dan melahirkan qari dan qariah terbaik yang dapat mengharumkan nama Kota Bitung di tingkat yang lebih tinggi.” Ujar Hengky Honandar
Sementara, Ketua Panitia, Amirullah mengatakan para peserta berasal dari Kecamatan Maesa, Madidir, Girian, Aertembaga, Matuari, Ranowulu, dan Lembeh Selatan.
Adapun cabang yang dilombakan terdiri dari Cabang Seni Baca Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, Seni Kaligrafi Qur’an serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Putra dan Putri.
Ia menyampaikan, para juara nantinya akan mewakili Kota Bitung pada MTQ tingkat Sulawesi Utara.
Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan MTQ di lingkungan Pondok Pesantren Arafah Kota Bitung menjadi langkah baru dibanding tahun-tahun sebelumnya yang biasanya digelar di lingkungan Pemerintah Kota atau Kantor Kementerian Agama Kota Bitung.
Menurutnya, konsep tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjadikan MTQ sebagai ajang perlombaan Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana pendidikan kemandirian santri, pemberdayaan ekonomi umat, pembinaan kewirausahaan, serta penguatan peran pondok pesantren di tengah masyarakat.
Selain itu, turut digelar kegiatan Market Day, yang mana melalui kegiatan ini para santri dilatih untuk belajar berwirausaha, melayani masyarakat, mengelola produk, memasarkan hasil karya serta memahami praktik UMKM secara langsung.
Sebagai Ketua Panitia, Amirullah mengutarakan, dukungan dari Pemerintah Kota Bitung sangat penting dan menjadi salah satu kunci sukses pelaksanaan MTQ XXXI Kota Bitung Tahun 2026.
“Karena MTQ bukan hanya kegiatan keagamaan semata, tetapi juga merupakan agenda daerah yang membawa nama baik Kota Bitung dalam pembinaan generasi Qurani, penguatan kerukunan, pendidikan karakter, hingga pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.
Untuk itu, Ia berharap nilai-nilai Al-Qur’an yang dibawa dalam kegiatan MTQ dapat benar-benar hidup dan diterapkan di tengah masyarakat.
“MTQ diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial atau ajang kompetisi semata, tetapi menjadi dorongan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, membiasakan membaca dan memahami Al-Qur’an, memperkuat akhlak dan karakter generasi muda, menjaga persatuan dan kerukunan, serta membangun kehidupan masyarakat yang religius, damai, dan saling menghormati,” tutupnya.
(Tzr)







