Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Bitung · 20 Jan 2026 00:10 WITA ·

Wali Kota Hengky Honandar Dorong Penguatan Logistik Sulampua


Wali Kota Hengky Honandar Dorong Penguatan Logistik Sulampua Perbesar

Bitung, Sulutnews.com -Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema Sulawesi Utara sebagai Hub Logistik Udara dan Laut Kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) yang digelar di Manado, Senin (19/1/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI ini menjadi forum strategis sebagai wadah penyamaan persepsi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta pelaku usaha dalam mendorong percepatan Sulawesi Utara sebagai pusat logistik udara dan laut yang terintegrasi, berdaya saing global, dan berkelanjutan.

FGD tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok Djauhari Oratmangun, serta perwakilan APINDO, KADIN, investor, dan operator logistik nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Hengky Honandar menegaskan bahwa Kota Bitung memiliki posisi strategis serta kesiapan infrastruktur sebagai gerbang logistik utama Kawasan Timur Indonesia.

“Kota Bitung sejak lama diproyeksikan sebagai simpul logistik nasional. Dengan keberadaan pelabuhan internasional dan kawasan industri, Bitung siap menjadi tulang punggung logistik Sulampua,” ujar Hengky Honandar.

Untuk itu, Pemerintah Kota Bitung berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi guna memastikan sistem logistik berjalan secara efisien dan berdaya saing.

“Kami di daerah siap menyelaraskan kebijakan, mempercepat perizinan, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif agar Bitung benar-benar menjadi penggerak ekonomi regional,” jelasnya.

FGD ini juga menyoroti pentingnya pengembangan layanan direct call internasional dari Sulawesi Utara sebagai langkah strategis dalam memperpendek rantai distribusi global.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus menyampaikan bahwa kawasan Sulampua memiliki basis ekonomi riil yang kuat dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, sehingga membutuhkan sistem logistik yang efisien dan terintegrasi.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Bitung menilai kebijakan direct call akan memberikan dampak langsung bagi daerah.

Menurutnya, direct call bukan hanya berkaitan dengan efisiensi biaya dan waktu, tetapi juga membuka peluang besar bagi daerah pelabuhan seperti Bitung untuk menarik investasi, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan lapangan kerja.

Ia optimis Kota Bitung mampu memainkan peran strategis dalam rantai pasok global melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah dan pelaku usaha, Bitung siap tampil sebagai motor penggerak logistik dan ekonomi kawasan timur Indonesia,” jelas Honandar.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,050 kali

Baca Lainnya

Heddry Yadi Resmi Jabat Kalapas Bitung

4 Mei 2026 - 13:28 WITA

Hardiknas 2026, Pemkot Bitung Perkuat Dukungan Pendidikan

2 Mei 2026 - 14:52 WITA

Polairud vs Wartawan, Laga Persahabatan Rasa Ujian Fisik

1 Mei 2026 - 23:44 WITA

PKK Bitung Apresiasi Peran Pekerja di Hari Buruh 2026

1 Mei 2026 - 21:36 WITA

Pemkot Bitung Lepas 46 Calon Jamaah Haji 1447 H

1 Mei 2026 - 21:27 WITA

Klinik Terapung dan BBM Jadi Fokus Pertemuan PWI–Polairud Polda Sulut 

1 Mei 2026 - 00:51 WITA

Trending di Bitung