Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bitung · 12 Agu 2026 22:25 WITA ·

Rapat Koordinasi Perkuat Pencegahan TPPO dan TPPM di Wilayah Perbatasan


Rapat Koordinasi Perkuat Pencegahan TPPO dan TPPM di Wilayah Perbatasan Perbesar

Bitung, Sulutnews.com – Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Direktorat Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) di Perbatasan melalui Kerja Sama dengan Organisasi Internasional, yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Manado.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, instansi terkait, serta organisasi internasional dalam menghadapi kompleksitas kejahatan transnasional di wilayah perbatasan.

Dalam sambutannya, Direktur Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan, Arief Munandar, menegaskan bahwa TPPO dan TPPM merupakan kejahatan luar biasa yang berkembang secara kompleks dan terorganisasi lintas negara.

” Kondisi geografis Indonesia, termasuk wilayah perairan Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan Filipina, menjadikan penguatan pengawasan, pertukaran informasi, serta koordinasi lintas sektor sebagai hal yang semakin penting.” Tegasnya.

Tercatat, khusus di Sulawesi Utara, hingga Juli 2026 jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado telah melakukan 24 penundaan keberangkatan terhadap WNI yang terindikasi akan bekerja secara nonprosedural atau berpotensi menjadi korban TPPO.

Selain itu, pada 26 Juli 2026, enam calon pekerja migran asal Sulawesi Utara berhasil dicegah keberangkatannya di Bandara Internasional Sam Ratulangi karena diduga akan diberangkatkan secara nonprosedural menuju Myanmar.

” Data tersebut menunjukkan bahwa ancaman TPPO dan TPPM merupakan persoalan nyata yang membutuhkan kewaspadaan bersama.” Ungkapnya.

Untuk itu, melalui rapat koordinasi ini, seluruh pihak didorong untuk menghasilkan langkah nyata berupa penguatan koordinasi antar lembaga, peningkatan kewaspadaan terhadap modus operandi baru, pertukaran informasi dan praktik terbaik, serta penyusunan rencana aksi yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

” Kolaborasi yang kuat diharapkan mampu mewujudkan wilayah perbatasan Indonesia yang lebih aman, bermartabat, serta terlindungi dari ancaman perdagangan orang dan penyelundupan manusia.” Tandas Arief Munandar.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

“Negara Hadir Untuk Rakyat”, Presiden RI Resmikan 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Titik Air Bersih TNI AD Serentak di seluruh Wilayah Indonesia, Kodim 1310/Bitung Ikuti Vicon Jembatan di Tiga Lokasi

14 Agustus 2026 - 22:17 WITA

Negara hadir untuk rakyat

AKBP Arie Sulistyo Nugroho Terima Treasury Award KPPN

13 Agustus 2026 - 12:18 WITA

AKBP Arie Sulistyo Nugroho

Edukasi Hukum Masuk Kampus, Universitas Klabat Siapkan Kolaborasi

13 Agustus 2026 - 11:48 WITA

Bapelkum Bitung bersama akademisi Universitas Klabat membahas program edukasi hukum Go to Campus

Bersama FKDM, Wartawan Bitung Meriahkan HUT RI ke-81

12 Agustus 2026 - 19:16 WITA

Terjun ke Lokasi, Polsek Ranowulu Bantu Damkar Tangani Kebakaran Lahan di Batu Putih Bawah

11 Agustus 2026 - 17:29 WITA

KRI GOLOK-688 DUKUNG NAVAL BASE OPEN DAY (NBOD) 2026 DI KODAERAL VI MAKASSAR

10 Agustus 2026 - 22:09 WITA

Trending di Bitung