Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Manado · 14 Feb 2026 23:47 WITA ·

Wabup Bulahari Hadiri Peringatan Peristiwa Merah Putih


Wabup Bulahari Hadiri Peringatan Peristiwa Merah Putih Perbesar

Manado, Sulutnews.com – Lapangan KONI Sario, Sabtu (14/2/2026), menjadi saksi menguatnya kembali semangat patriotisme dalam peringatan 80 tahun Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946. Upacara khidmat itu dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, dan dihadiri sejumlah kepala daerah, termasuk Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari.

Delapan dekade lalu, di kota ini, para pejuang merebut kembali kendali pemerintahan dari tangan NICA dan mengibarkan Merah Putih sebagai simbol kedaulatan. Momen bersejarah itu kini dikenang bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai pengingat akan loyalitas dan keberanian rakyat Sulawesi Utara dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam amanatnya, Gubernur YSK menegaskan pentingnya menjaga semangat juang yang telah diwariskan para pendahulu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara persatuan serta komitmen kebangsaan di tengah dinamika zaman.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kepulauan Sangihe dalam upacara tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan. Bagi Wakil Bupati Tendris Bulahari, momentum ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam menanamkan semangat disiplin dan nasionalisme di wilayah kepulauan.

“Peristiwa 14 Februari 1946 adalah tonggak sejarah yang menegaskan keberanian dan kecintaan masyarakat Sulawesi Utara terhadap NKRI. Semangat itulah yang harus terus kita wariskan kepada generasi muda, terutama di daerah kepulauan seperti Sangihe,” ujar Bulahari usai upacara.

Ia menambahkan, nilai perjuangan tidak hanya dimaknai dalam konteks perlawanan fisik, tetapi juga melalui dedikasi dan integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Sebagai aparatur dan pelayan masyarakat, kita wajib menjaga disiplin, memperkuat persatuan, serta memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk nyata cinta tanah air,” tegasnya.

Sebelumnya, di Tahuna, Wabup Tendris juga memimpin Apel Awal Bulan Februari 2026 sebagai bagian dari penguatan disiplin aparatur sipil negara. Konsistensi itu mencerminkan upaya menyelaraskan semangat perjuangan masa lalu dengan tanggung jawab pelayanan publik hari ini.

Upacara peringatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Sulawesi Utara, tokoh masyarakat, serta keluarga para pejuang Peristiwa 14 Februari 1946, menjadikan peringatan 80 tahun ini bukan sekadar nostalgia sejarah, tetapi peneguhan kembali komitmen kebangsaan. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 1,118 kali

Baca Lainnya

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus Sambut Kedatangan Kepala BNPB RI di Bandara Sam Ratulangi Manado

3 April 2026 - 14:47 WITA

Kepsek SMAN 9 Binsus Manado Hendra Masie Bersyukur 78 Siswa Eligible Lulus SNBP di 11 PTN, 9 Masuk UI dan 7 Udayana, 54 di Unsrat dan 1 Lulus di Canada Lewat Beasiswa Garuda Indonesia

3 April 2026 - 14:24 WITA

Serap Aspirasi Warga Ternate Tanjung, Roike Anter Dapati Banjir, BPJS dan Sertifikat Bermasalah

3 April 2026 - 06:29 WITA

87 Siswa Eligible SMA Negeri 1 Manado Lulus SNBP 2026 di 13 PTN, 3 Masuk UI dan 62 di Unsrat

3 April 2026 - 06:28 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Operasional Fasilitas Tetap Aman Pasca Gempa di Sulut dan Malut

2 April 2026 - 19:39 WITA

Prajurit Kodam XIII/Merdeka Sigap Tangani Dampak Gempa Berkekuatan M 7,6 di Sulawesi Utara

2 April 2026 - 19:05 WITA

Trending di Manado