Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Advetorial · 11 Mei 2026 23:38 WITA ·

Wabup Boltim Resmi Buka Java Culture Fest 2026: “Gangsal Angsal” Jadi Simbol Harmoni dan Ekonomi Kreatif


Wabup Boltim Resmi Buka Java Culture Fest 2026: “Gangsal Angsal” Jadi Simbol Harmoni dan Ekonomi Kreatif Perbesar

Boltim, Sulutnews.com – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Argo V. Sumaiku, secara resmi membuka gelaran tahunan Java Culture Fest (JCF) 2026 di Lapangan Arjuna, Desa Purworejo, Kecamatan Modayag, Senin (11/05/2026). Pembukaan festival yang telah memasuki tahun ke-5 ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Wabup sebagai simbol dimulainya rangkaian acara.

Mengusung tema “Gangsal Angsal” —yang dalam filosofi Jawa bermakna keberkahan dan ketulusan dalam memberi—festival ini dimeriahkan dengan berbagai atraksi seni tari tradisional, pertunjukan musik, serta pameran produk unggulan desa. Acara ini merupakan hasil kolaborasi tujuh desa, yakni Desa Purworejo Bersatu dan Liberia Bersatu, yang secara konsisten menjaga warisan budaya leluhur di tengah arus modernisasi.

Festival sebagai Ruang Budaya dan Penggerak Ekonomi

Mewakili Bupati Boltim Oskar Manoppo, S.E., M.M., Wabup Argo dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara dan seluruh masyarakat yang terlibat. Ia menekankan bahwa JCF bukan sekadar ajang hiburan semata, melainkan ruang aktualisasi budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat.

“Festival ini adalah wujud nyata kita untuk melestarikan budaya, mempererat silaturahmi, dan mendorong pengembangan pariwisata serta ekonomi kreatif daerah. Inilah yang kami sebut sebagai pembangunan berbasis budaya,” ujar Wabup dalam sambutannya.

Keberagaman Budaya Boltim: Harmoni dalam Perbedaan

Lebih lanjut, Wabup Argo menyoroti kekayaan keberagaman Kabupaten Boltim. Ia menjelaskan bahwa Boltim merupakan daerah yang penduduknya terdiri dari berbagai suku dan etnis yang telah lama hidup berdampingan secara harmonis. Salah satunya adalah etnis Jawa yang telah menetap turun-temurun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah serta perkembangan pembangunan di Boltim.

“Keberagaman adalah kekuatan kita. Etnis Jawa dengan nilai-nilai luhurnya telah menjadi bagian dari mozaik budaya Boltim. Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan perekat kebersamaan,” tambahnya.

Wabup juga mengaitkan nilai-nilai budaya Jawa dengan kearifan lokal Boltim yang dikenal dengan falsafah Mototompia’an (saling menghormati), Mototabian (saling menghargai), dan Mototanoban (saling mengasihi).

“Budaya Jawa yang sarat dengan filosofi Andhap Ashor (rendah hati) dan gotong royong sangat selaras dengan nilai-nilai adat yang ada di Bolaang Mongondow Timur. Ini adalah perpaduan yang indah dan harus terus kita jaga,” tutup Wabup.

UMKM Tumbuh, Ekonomi Kreatif Bergerak

Usai prosesi pembukaan, Wabup Argo menyempatkan diri meninjau sejumlah stand UMKM yang memadati kawasan festival. Kehadiran puluhan stand kuliner, kerajinan tangan, dan produk lokal ini menjadi bukti nyata bahwa JCF tidak hanya merayakan budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif bagi warga sekitar.

Para pelaku UMKM yang ditemui mengaku sangat terbantu dengan adanya festival tahunan ini. Mereka berharap pemerintah daerah terus mendukung kegiatan serupa sebagai ajang promosi produk unggulan desa.

Hadir dalam Pembukaan JCF 2026

Turut hadir dalam acara pembukaan JCF Boltim 2026 antara lain:

  • Staf Ahli I TP PKK Boltim, Ny. Lucia K. Mokoginta, Amd.Kep.
  • Asisten III Bidang Administrasi Umum
  • Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
  • Para Camat se-Kabupaten Boltim
  • Para Sangadi (Kepala Desa) dan tokoh adat
  • Tokoh agama serta masyarakat setempat

Kehadiran mereka mencerminkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat terhadap pelestarian budaya dan pengembangan potensi desa.

Penutup: Harapan untuk Masa Depan

Festival Java Culture Fest 2026 dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan berbagai agenda menarik, mulai dari lomba seni budaya, pentas seni, hingga dialog kebudayaan. Pemerintah Kabupaten Boltim berharap kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi ikon wisata budaya yang mampu menarik kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

“Semoga semangat Gangsal Angsal —memberi dengan tulus dan menerima dengan syukur—terus menginspirasi kita semua untuk membangun Boltim yang lebih maju, berbudaya, dan sejahtera,” pungkas Wabup.(*/Adv/Hidayat)

Artikel ini telah dibaca 941 kali

Baca Lainnya

HUT ke-18 Boltim: Bupati Oskar Manoppo Serukan “Berlari Menuju Kemajuan” dalam Rapat Paripurna Istimewa

22 Juli 2026 - 23:33 WITA

Pansus Ranperda Perizinan Berusaha DPRD Sulut Target Dua Bulan Selesai

21 Juli 2026 - 22:10 WITA

DPRD Sulawesi Utara Tetapkan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 dan Penyampaian Ranperda Tentang Penanggulangan Kejadian Luar Biasa dan Wabah Penyakit Menular

15 Juli 2026 - 10:50 WITA

5 Produk Men’s Biore Wajib Punya untuk Perawatan Wajah Pria

14 Juli 2026 - 19:58 WITA

Wakajati Sulut Mengingatkan Dalam Disposisi Surat Jangan Menulis Mainkan

7 Juli 2026 - 16:48 WITA

Derap Kuda HUS NDE’O 2026: DI Tasilo, Budaya Rote NdaoTidak Hanya Diceritakan, Tapi Di Hidupkan Kembali

6 Juli 2026 - 15:33 WITA

Trending di Adat Budaya