Sitaro.sulutnews.com – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 Kodim 1301/Sangihe di Kampung Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), mencatat sejumlah capaian. Perkembangan pekerjaan tersebut ditinjau langsung Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev), Brigjen TNI Moch. Sulistyono dari Mabesad.
Dalam kunjungan tersebut, Brigjen TNI Moch. Sulistyono didampingi seorang perwira pertama Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad). Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus mengevaluasi penggunaan anggaran dan manfaat program bagi masyarakat.
Brigjen TNI Moch. Sulistyono yang menjabat Pati Sahli Tk. II Kasad Bidang Ilpengtek mengatakan, sasaran fisik TMMD di Kampung Tanaki meliputi pembangunan jalan, rehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembuatan sumur.
”Harapan kami, melalui pengawasan dan evaluasi ini, dapat diketahui apakah pelaksanaan TMMD sudah tepat sasaran, tepat anggarannya, pertanggungjawabannya, serta apakah manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Menurut dia, keberhasilan TMMD juga dilihat dari terjalinnya kemanunggalan TNI dengan rakyat serta kerja sama dengan pemerintah daerah, kepolisian, kepala desa, tokoh masyarakat, dan warga.
Data progres pekerjaan menunjukkan, perintisan jalan sepanjang 207 meter dengan lebar 3,20 meter telah selesai 100 persen. Sementara pengecoran jalan dengan ukuran yang sama mencapai 62 persen.
Untuk sasaran nonfisik, seluruh 10 kegiatan penyuluhan telah selesai 100 persen. Kegiatan tersebut mencakup penyuluhan radikalisme dan terorisme, bela negara, stunting, bahaya narkoba, pertanian, penanggulangan bencana alam, hukum dan kamtibmas, wawasan kebangsaan, perikanan, serta kesehatan.
Pada program unggulan TNI AD, pembuatan sumur mencapai 56 persen. Rehabilitasi dua unit RTLH masing-masing mencapai 60 persen dan 59 persen. Sedangkan penanaman 600 bibit mangrove telah selesai 100 persen.
Meski sejumlah sasaran telah selesai, pembuatan sumur bor menjadi salah satu perhatian Brigjen TNI Moch. Sulistyono. Pasalnya, hingga kunjungan berlangsung, sumur tersebut belum mengeluarkan air.
Ditegaskan Sulistyono, pembangunan fasilitas tidak boleh hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi harus bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh warga.
”Sudah saya tegaskan bahwa dalam membangun fasilitas harus ada manfaatnya untuk masyarakat, sehingga sumur bor harus keluar airnya,” tegasnya.
Jika titik pengeboran saat ini tidak menghasilkan air, ia meminta agar dilakukan upaya pemindahan ke lokasi lain yang memiliki potensi sumber air.
”Kalau memang itu nanti di tempat yang saat ini tidak keluar air, maka diupayakan untuk geser ke lokasi yang diharapkan nanti keluar air,” ujarnya.
Selain sumur bor, penyelesaian pekerjaan jalan juga menjadi perhatian Tim Wasev. Brigjen TNI Moch. Sulistyono menyebut masih ada sekitar 75 meter pekerjaan yang harus diselesaikan.
Kendala yang dihadapi saat ini berkaitan dengan ketersediaan material aspal yang masih dicari atau dipesan dari Manado.
Untuk penutupan kegiatan TMMD, ia menyebutkan kemungkinan dilaksanakan pada tanggal 11 atau bergeser ke tanggal 13.
”Harapannya pelaksanaan penyelesaian pekerjaannya tepat waktu. Ini kurang lebih masih sekitar 75 meter, harapannya kita rampungkan, insyaallah di tanggal 11 agar selesai,” katanya.
Tim Wasev berharap sisa pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target, sehingga seluruh sasaran TMMD ke-130 Tahun 2026 Kodim 1301/Sangihe di Kampung Tanaki dapat dimanfaatkan masyarakat.






