Sitaro.sulutnews.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Eddy S. Salindeho, menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Sitaro yang digelar di Cafe Ocean View, Tarorane, Sabtu, 17/10/2026.
Dalam musyawarah tersebut, Dominic Derek terpilih sebagai Ketua HPI Kabupaten Sitaro periode 2026–2031. Kegiatan yang mengangkat tema “Penguatan Pramuwisata dalam Menghadapi Persoalan Global” ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sitaro, Harold Kalangit.

Dominic Derek, ketua HPI Kabupaten Sitaro periode 2026 – 2031
Muscab tersebut turut dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HPI Provinsi Sulawesi Utara serta sejumlah wisatawan mancanegara dari berbagai negara. Kehadiran para wisatawan asing ini menambah warna dalam kegiatan yang membahas peran pramuwisata di tengah perkembangan industri pariwisata global.
Kehadiran Sekda Sitaro menunjukkan pentingnya peran pramuwisata dalam mendukung sektor pariwisata daerah. Sebagai daerah kepulauan yang memiliki potensi wisata bahari, keindahan alam, dan kekayaan budaya, Sitaro membutuhkan pramuwisata yang mampu memperkenalkan keunggulan daerah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam sambutannya, Eddy S. Salindeho menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Pramuwisata tidak hanya bertugas mendampingi perjalanan wisatawan, tetapi juga menjadi penghubung antara pengunjung dengan potensi alam, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat.
“Pramuwisata harus mampu memberikan pelayanan yang baik, memahami potensi daerah, serta membangun kesan positif bagi wisatawan yang berkunjung. Dengan begitu, potensi wisata Sitaro dapat semakin dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Salindeho.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sitaro, Harold Kalangit, menyoroti perlunya pramuwisata meningkatkan kemampuan di tengah perubahan tren perjalanan dan persaingan destinasi wisata.
Penguasaan bahasa asing, keterampilan berkomunikasi, pemanfaatan media digital untuk promosi, serta pengetahuan tentang destinasi lokal menjadi hal yang perlu diperhatikan. Kemampuan tersebut penting agar pramuwisata dapat melayani wisatawan dengan latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda.
“Pramuwisata harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Potensi wisata yang kita miliki perlu didukung pelayanan yang profesional agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik selama berada di Sitaro,” kata Kalangit.
Terpilihnya Dominic Derek sebagai Ketua HPI Sitaro periode 2026–2031 menjadi langkah baru bagi organisasi pramuwisata di daerah tersebut.
Kepengurusan yang baru diharapkan mampu memperkuat kebersamaan antaranggota, meningkatkan kompetensi pramuwisata, serta membangun komunikasi yang lebih baik dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata.
Tantangan pramuwisata saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memandu wisatawan. Perkembangan teknologi, perubahan pola perjalanan, persaingan antardestinasi, hingga meningkatnya perhatian wisatawan terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan turut memengaruhi industri pariwisata.
Di sisi lain, kehadiran wisatawan mancanegara dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan pramuwisata harus mampu menjawab kebutuhan pengunjung dari berbagai latar belakang. Kemampuan berkomunikasi, memahami perbedaan budaya, serta menyampaikan informasi yang tepat merupakan bagian penting dalam membangun pengalaman wisata yang baik.
Pramuwisata juga memiliki peran dalam menjaga identitas daerah. Pengetahuan tentang sejarah, tradisi, bahasa, kuliner, dan kehidupan masyarakat dapat menjadi nilai tambah yang membedakan pengalaman wisata di Sitaro dari destinasi lainnya.
Melalui Muscab ini, HPI Sitaro diharapkan semakin aktif mengambil bagian dalam promosi pariwisata daerah dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, potensi wisata Kepulauan Sitaro diharapkan semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.






