Reporter: Dance Henukh
Sulutnews.com – FAKTA MENGHENTAKAN ROTE NDAO.50.000 LITER PERTAMAX terbagi rata 10 nama, masing-masing 5 KL!
No Nama Penerima DO Jumlah
1 Meliana Tanuwijaya 5 KL
2 Faldy Fanggidae 5 KL
3 Roberd J. Pena 5 KL
4 Frengky Tasugalen 5 KL
5 Ronald Nalema’a 5 KL
6 Jhony 5 KL
7 Johanis Pelokila 5 KL
8 Ardy Kiah 5 KL
9 Jermi Suwongto 5 KL
10 Jermi Yanto Kiki 5 KL
TOTAL 50 KL
Apa kepentingan nyata 50 KL Pertamax ini?
Masyarakat kecil antre berjam-jam, harga melambung tinggi sementara puluhan ribu liter dialirkan ke 10 nama yang belum jelas identitas dan tujuannya!
Benarkah ada ANGGOTA POLISI & ASN di dalam daftar?
Jika ya ini KRIMINAL! Aparat negara dilarang berbisnis BBM. Gaji sudah dari rakyat, kok masih ingin mengeruk keuntungan dari kelangkaan yang mereka ciptakan sendiri?
Ke mana sebenarnya BBM ini dikirim?
Apakah dijual kembali di pasar gelap dengan harga selangit? Siapa yang kantongi miliaran rupiah dari selisih harga ini?
Apakah kelangkaan BBM di Rote Ndao SENGGAJA dibuat?
Saat rakyat kesulitan, 50 KL mengalir lancar ke segelintir orang apakah ini kebetulan atau memang diatur?
SERUAN TEGAS KEPADA:
BUPATI ROTE NDAO PAULUS HENUK
“Jangan diam! Buka data lengkapnya sekarang. Telusuri alur, dokumen, dan transaksinya. Rakyat berhak tahu!”
KAPOLDA NTT SEGERA TURUNKAN TIM INDEPENDEN!
“Periksa nama-nama yang diduga anggota Polri. Jika terbukti proses, berhentikan, dan tahan! Jangan lindungi oknum yang mencoreng institusi!”
KEJAKSAAN NEGERI JANGAN TUNGGU LAGI!
“50 KL Pertamax bukan jumlah kecil. Kerugian negara dan kerugian rakyat sedang terjadi di depan mata. Ambil alih penyelidikan sekarang!”
PESAN UNTUK PARA PIHAK TERLIBAT:
“BBM bukan barang haram jika jalannya benar. Tapi BBM yang mengalir ke kantong oknum saat rakyat menderita itu JENAYAH. Dan kebenaran selalu menemukan jalannya, sekalipun ditutup rapat.”
Data DO 50 KL ini adalah bukti. Siapa yang berani bersih, tampil menjelaskan. Siapa yang bersalah bersiaplah, hukum sedang berjalan menuju pintu Anda!






