Reporter : Dance Henukh
ROTE NDAO,– Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, mendorong perubahan tata kelola distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk mengatasi kelangkaan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Dalam audiensi bersama wartawan di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026), persoalan BBM menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Solusi yang didorong bukan sekadar menambah pasokan, tetapi juga membenahi sistem distribusi, memperketat pengawasan, dan memastikan BBM tersedia sesuai kebutuhan masyarakat.
Sebanyak 10 langkah perubahan menjadi sorotan, mulai dari evaluasi kontrak SPBU, pengawasan distribusi, pelibatan pemerintah kecamatan dan desa, pengaturan jam pelayanan, hingga perbaikan rantai pasok dari kapal menuju agen.
Pembenahan ini dinilai penting agar distribusi BBM berlangsung lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran. Pengawasan juga perlu diperkuat untuk mencegah penimbunan serta penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola SPBU, pihak pemasok, dan aparat terkait menjadi kunci agar persoalan distribusi tidak terus berulang.
Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada pelaksanaan. Masyarakat membutuhkan kepastian pasokan, pelayanan yang adil, serta informasi yang transparan mengenai ketersediaan BBM.
Bagi warga Rote Ndao, keberhasilan perubahan ini bukan diukur dari banyaknya rencana yang disampaikan, melainkan dari berkurangnya antrean dan semakin mudahnya masyarakat memperoleh BBM.
Kini, publik menanti langkah nyata pemerintah agar pembenahan sistem benar-benar menjawab persoalan kelangkaan BBM di Rote Ndao.






