Menu

Mode Gelap
Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek! Merah Putih Shooting Competition Digelar, Gubernur Optimistis Perbakin Bengkulu Raih Emas PON

Kotamobagu · 13 Des 2025 21:53 WITA ·

Stafsus Supardi Bado Pastikan Melalui SID Penerima Bantuan Sesuai Kriteria dan Tepat Sasaran


Stafsus Supardi Bado Pastikan Melalui SID Penerima Bantuan Sesuai Kriteria dan Tepat Sasaran Perbesar

KOTAMOBAGU — Untuk memastikan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu berjalan maksimal, Staf Khusus Wali Kota Bidang Komunikasi dan Informasi, Supardi Bado, menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Sistem Informasi Demografi di Aula Kantor Bapelitbangda Kota Kotamobagu.

Dalam kesempatan itu, Supardi menyampaikan bahwa pengembangan Sistem Informasi Demografi (SID) merupakan penjabaran langsung dari visi dan misi Wali Kota. Sistem ini dirancang untuk memastikan seluruh program pemerintah selama lima tahun ke depan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat secara merata.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap perencanaan—meskipun dalam keterbatasan anggaran—tetap tepat sasaran. Contohnya di sektor pendidikan, sebagaimana dijelaskan Ibu Devita, masih banyak temuan di lapangan di mana penerima bantuan tidak sesuai kriteria yang semestinya. Hal ini tidak hanya terjadi di sini, tetapi juga di banyak daerah,” ujarnya, kemarin.

Supardi menegaskan bahwa SID merupakan terobosan baru untuk meningkatkan ketepatan verifikasi dan seleksi penerima bantuan, terutama di tingkat desa. Validasi data dilakukan sejak awal, mengingat program ini bersifat jangka panjang hingga lima tahun. Dengan data yang akurat dan tepat sasaran, seluruh perangkat daerah dapat menghindari persoalan ketidaktepatan sasaran penerima bantuan.

“Faktanya, masih banyak masyarakat yang sangat membutuhkan namun tidak menerima bantuan, sementara sebagian penerima justru berasal dari keluarga yang tergolong mampu. Situasi seperti ini memunculkan persepsi negatif terhadap pemerintah, terlebih ketika kritik ramai di media sosial terkait penerima bantuan yang tidak sesuai kondisi sosial ekonomi,” jelasnya.

Supardi juga mencontohkan program pelatihan tenaga kerja dan pertanian yang sedang berjalan, termasuk pengiriman warga untuk mengikuti pelatihan kakao di Luwuk serta berbagai pelatihan lainnya di tingkat desa. Dalam praktiknya, desa memilih warga dari keluarga kurang mampu agar keterampilan yang mereka peroleh dapat menjadi modal peningkatan pendapatan.

“Ini menunjukkan bahwa program dapat berjalan tepat sasaran jika datanya valid,” tambahnya.

Di sektor UMKM, Supardi menegaskan pentingnya verifikasi agar penerima bantuan benar-benar merupakan pelaku usaha aktif dan layak. Ia mengingatkan agar tidak ada bantuan yang diberikan berdasarkan kedekatan personal.

“Fakta di lapangan sering menunjukkan penerima bantuan berasal dari keluarga pejabat atau aparat tertentu. Padahal tujuan utama kita adalah menekan angka kemiskinan. Jika data dan sasaran tidak tepat, maka program tidak akan efektif,” tegasnya.

Menutup penyampaiannya, Supardi berharap FGD kedua ini dapat menghasilkan masukan berharga untuk penyempurnaan sistem.

“Masukan Bapak-Ibu sangat penting, karena Bapak-Ibu adalah pemangku kepentingan dari tingkat bawah hingga atas. Semoga melalui FGD ini, sistem yang dibangun semakin kuat dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

Turut hadir di kegiatan ini, Asisiten II Bidan Perekonomian dan Pembangunan, Adnan Massinae, Para Pimpinan OPD, Narasumber, Devita A. Djunaidi, S.Pd., M.Pd., Lurah/Sangadi dan perwakilan Kelurahan dan Desa.***

Artikel ini telah dibaca 1,019 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Banjir di Rote Timur Sudah Ada Sebelum Pembangunan Tambak Garam, Dampak Positif Industri Didukung Masyarakat

19 Januari 2026 - 15:49 WITA

Bantuan CSR Pemprov NTT Dorong Pembangunan Gedung Ibadah di Rote Ndao

19 Januari 2026 - 12:56 WITA

Tidak Mau Masyarakat NTT Susah Usman Husen Bersuara Nyaring Demi Ekonomi NTT lewat Anakan Kopi

16 Januari 2026 - 07:16 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Desak Pembebasan Kawasan Hutan untuk Petani NTT Dalam RDP Komisi IV DPR RI

16 Januari 2026 - 07:05 WITA

Kotamobagu Raih Nilai Tertinggi Tata Kelola Pemerintahan di Sulut, Hasil LHP BPK RI

15 Januari 2026 - 23:52 WITA

Pernyataan Ancaman “Gebuking di Facebook” dari Jodian Suki Terbukti, Sorotan Publik bagi Dunia Pers

15 Januari 2026 - 11:51 WITA

Trending di Aceh
error: Content is protected !!