Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Hukrim · 13 Apr 2023 11:11 WITA ·

Sidang Sengketa Lahan Milik Wenny Lumentut, Saksi Nyatakan Lahan terletak di Mahawu Niawuan atau Mahawu Rokrok Kelurahan Talete II Kecamatan Tomohon Tengah


Sidang Sengketa Lahan Milik Wenny Lumentut, Saksi Nyatakan Lahan terletak di Mahawu Niawuan atau Mahawu Rokrok Kelurahan Talete II Kecamatan Tomohon Tengah Perbesar

MANADO, Sulutnews.com –Sidang lanjutan perkara perdata dengan Nomor Perkara 380/Pdt.G/2022 yang diajukan oleh Wenny Lumentut lewat Kuasa Hukumnya Heivy Mariska Agustina Mandang SH, kembali digelar di PN Tondano dengan agenda sidang pengajuan saksi dari penggugat.

Sidang yang digelar Rabu (12/4/2023) dipimpin langsung Hakim Ketua Nurdewi Sundari SH, MH serta didampingi dua Hakim Anggota Dominggus Adrian Puturuhu SH, Steven Walukouw SH dan Panitera Pengganti (PP) Endah Dewi Lestari Usman SH.Terungkap dalam persidangan, sebagaimana yang dijelaskan saksi Rommy Supit Mamuaja mantan Lurah Talete I dan Talete II mengatakan Objek Sengketa yang dijual adalah merupakan tanah perkebunan yang ditanami pohon kayu, cengkih dan bunga yang secara keseluruhan berjumlah 27.127 M3 yang di garap oleh keluarga ahli waris Jhon Taroreh sejak tahun 1938.

“Setahu kami tanah tersebut adalah milik dari ahliwaris John Tarore dan pada tahun 2021 telah dijual kepada Bapak Wenny Lumentut atas kesepakatan bersama para alihwaris, ” jelas Mamuaja.

Juga disampaikan saksi ke dua atas nama Dientje Adriana Tarore yang nuga sebagai alihwaris menjelaskan asal usul tanah yang telah dijual kepada pihak penggungat.” Kami tahu asal tanah ini oleh penyampaian orang tua kami, bahkan ditahun 1972 dilakukan pengukuran bersama, sehingga batas batasnya jelas. Sejak tahun 1938 waktu kita pe papa nyong nyong yang buka ini lahan, bahkan kami sempat membayar pajak” ungkap Adriana Tarore.

Kedua saksi juga memberikan pernyataan jika tidak mengenal tergugat 1 dan 2 serta nenyatakan lahan yang menjadi objek sengketa bukan milik tergugat sebagaimana klaim yang dibuktikan dengan sertifikat.

Persidangan yang berlangsungnkurang lebih 5 jam tersebut masih akan dilanjutkan pada sidang tanggal 3 Mei 2023 dengan kembali menghadirkan saksi ahli dari pihak penggugat..(josh tinungki)

 

 

Artikel ini telah dibaca 387 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Anggota DPRD Sulut Piere Makisanti Menggelar Reses Bersama Warga Rumoong Kecamatan Tondano Barat

3 Agustus 2026 - 20:23 WITA

Inggrid Sondakh Reses Bersama Warga Kalasey, ODGJ dan Jalan Paving Butuh Perhatian Pemerintahn

3 Agustus 2026 - 05:40 WITA

Pertamina Pastikan Pelanggaran Prosedur Di SPBU Tondano, Tegaskan Komitmen Pengawasan BBM Bersubsidi

30 Juli 2026 - 23:23 WITA

Tindaklanjuti Informasi Masyarakat, Pertamina Berikan Sanksi Pembinaan pada SPBU Tanawangko

27 Juli 2026 - 21:52 WITA

Pertamina Lakukan Pembinaan dan Penghentian Sementara Penyaluran Biosolar di SPBU Sonder, Pastikan Kebutuhan Biosolar Masyarakat Tetap Terpenuhi

27 Juli 2026 - 21:24 WITA

Hadiri Pengucapan Syukur Minahasa, Gubernur Yulius Selvanus: Momentum Perkuat Persatuan dan Rasa Syukur

26 Juli 2026 - 23:19 WITA

Trending di Adat Budaya