Manado, Sulutnews.com – Kepalah Sekolah (Kepsek) Madrasah Alya Negeri (MAN) Model Manado Drs Adrian Abdulah mengatakan, sekolahnya mendapat bantuan Satu Paket Mesin Pendaur Sampah (pencacah sampah) dari Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano Kabupaten Minahasa.
Bantuan Mesin Pendaur Sampah tersebut diberikan oleh Staf dan Dosen Unima Selasa 1 Agustus disekolahnya. “Ini sangat baik dan membantu sekolah MAN Model terutama mengatasi 4 kubik sampah setiap hari yang dihasilkan dari sekolahnya” kata Kepsek MAN Model kepada sejumlah wartawan Selasa (1/8) sore disekolahnya.

Foto -Kepsek MAN Model Manado Drs Adrian Abdullah
Menurutnya Mesin Pendaur Sampah tersebut akan mulai di Launching pada saat hari Kemerdekaan RI ke- 78 17 Agustus usai upacara disekolahnya sekaligus Launching Sekolah MAN Model Manado yang rama lingkungan. “Kami sangat konsen dengan lingkungan, karena itu kita akan Launching disaat momentum hari Kemerdekaan RI ke- 78” kata Kepsek Adrian Abdullah.
Menurutnya selama ini ada sekitar 4 kubik sampah setiap hari yang dikumpulkan oleh petugas kebersihan disekolah. Jumlah ini cukup banyak karena ada sekitat 1.360 siswa disekolahnya setiap hari dan ada Asrama sekolah sehingga cukup banyak sampah.
Dan selama ini 4 kubik sampak dibuang dikilo lima setiap hari. Dengan ada Mesin Sampah bantuan dari Unima maka kedepan tidak ada masalah lagi dengan sampah. Kita kumpul sampah organik dan non organik kemudian didaur ulang menjadi pupuk organik. “Ini sangat baik dan membantu sekali terutama program pemerintah untuk menjaga lingkungan supaya bersih” kata Kepsek.
Kerjasama Unima ini sudah dirintis sejak beberapa bulan lalu. Dan ada staf Dosen Unima dan mahasiswa yang membantu. Pihaknya juga akan siapkan tenaga ahli untuk membantu mengunakan mesin daur ulang. Menurut Kepsek kedepan dipastikan lingkungan MAN Model bersih dan sehat. Namun semua siswa harus menjaga kebersihan dan lungkungan. (fanny)





