Bolmut, Sulutnews.com – Doeloe… Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dikenal sebagai produk penghasil buah durian lokal yang dikembangkan sejak dari masa Belanda. Di Kecamatan Kaidipang, Desa Pontak dan Desa Bigo Selatan jika tiba musim durian maka buah durian paling digemari biasa disebut durian ‘anjing kacili’, karena bentuk buah durian mirip anak anjing sedang tidur, bijinya kempis. Selasa (29/08/2023).

Ketika kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dikenal pengekspor Durian Montong, diterima Bupati Bolmut Drs. Hi. Depri Pontoh dan Wakil Bupati Drs. Hi. Amin Lasena, MAP. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Parimo H. Samsurizal Tombolotutu sekitar tanggal 07 Agustus 2023 yang lalu, telah mencerahkan seluruh undangan dan tokoh masyarakat serta, ternyata sumber pendapatan asli daerah Parigi Moutong berasal dari ekspor durian.
Ketua Aliansi Masyarakat Adat Bolmut Kamarudin Babay dalam dialog menceriterakan kembali pada awal Kabupaten Bolmut dicanangkan sebagai daerah otonomi tahun 2007 untuk mengembangkan dan memberdayakan durian lokal melalui Bappelitbang, sekalipun Bolmut dicanangkan sebagai Kabupaten Padi, tapi kita kembangkan juga durian lokal sebagai icon lokal.
“Pada masa Kerajaan Kaidipang, Raja Ram Suit Pontoh setelah balik dari kunjungannya ke kerajaan tetangga membawa segala macam jenis buah, diantaranya buah durian dan buah manggis. Sesudah perjamuan makan siang dengan para sangadi (kepala desa), raja memerintahkan untuk membawa biji manggis untuk ditanam di setiap desa, enam bulan raja akan berkunjung dan evaluasi ke setiap desa, apakah tumbuh dengan subur atau tidak. Ternyata program menanam buah menjadi tradisi di setiap rumah penduduk ada pohon manggis,” Ungkapnya.

Hal senada terungkap dari Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan Festival Durian yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi sarana promosi komoditas unggulan pertanian di daerah.
“Ini salah satu bentuk promosi keanekaragaman hasil pertanian Nusantara, sekaligus promosi pariwisata pada subsektor agrowisata,” kata Direktur Jendral (Dirjen) Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto saat menghadiri acara puncak festival durian di Desa Siney Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong, Kamis.
Ia menjelaskan, buah durian salah satu komoditas potensial yang dapat membantu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Menurut data Food and Agriculture Organization (FAO) atau organisasi pangan dan pertanian dunia, pangsa pasar durian internasional pada Tahun 2017 sekitar Rp24,6 triliun, tahun 2021 meningkat drastis menjadi Rp53,2 triliun atau sekitar 266 persen.
Koperasi Puspa Jaya Mandiri dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Parigi Moutong mengekspor 22 ton durian dalam bentuk Frozen atau beku ke Thailand melalui jalur laut.
“Pengiriman produk hari ini melalui Pelabuhan Pantoloan Palu ke Thailand,” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Parigi Moutong Norcwahida Prihartini Tombolotutu di Mosing Parigi Moutong, Rabu.
Ia menjelaskan, pengiriman puluhan ton komoditas durian ke luar negeri atas kerja sama di bangun pihak Koperasi Puspa Jaya Mandiri dengan pelaku UMKM kemudian difasilitasi PT Bagus Segera Utama sebagai salah satu mitra Pemerintah Daerah (Pemda) yang bergerak di bidang ekspor buah-buahan.
Selanjutnya, kegiatan ekspor produk yang sama ke Thailand rutin dilakukan setiap pekan sebanyak 35 ton sesuai permintaan pasar negara tujuan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parigi Moutong Sofiana mengemukakan, peluang pasar komoditas durian saat ini sangat terbuka, sehingga pelaku UMKM diminta memanfaatkan peluang ini semaksimal mungkin, karena pengiriman produk dilakukan setiap minggu khusus negeri gajah putih.
Parigi Moutong memiliki memiliki potensi luas lahan pertanian durian 3.833 hektare, dengan sekitar 210.368 pohon dan jumlah produksi kurang lebih 305.419 ton per tahun.
Guna memperluas jangkauan ekspor, dibutuhkan kolaborasi mulai dari hulu ke hilir atau mulai dari tingkat petani hingga produsen.
“Kami siap memfasilitasi pelaku usaha, mulai dari peningkatan sumber daya manusia (SDM) jaringan pasar, ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Sofiana.
Petani pemilik perkebunan dan persawahan di Desa Bigo Selatan; Bonny Tumbuan telah melakukan penanaman durian montong, serta durian lokal, jika hal ini menjadi perhatian dari seluruh pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, maka kita akan dikenal dengan icon durian anjing kacili dan buah manggis. (**/Gandhi Goma).







