Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Kotamobagu · 6 Agu 2025 22:05 WITA ·

Rendy Mangkat Tegaskan Komitmen Cegah KDRT di Kotamobagu


Rendy Mangkat Tegaskan Komitmen Cegah KDRT di Kotamobagu Perbesar

KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bersama Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu menggelar sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) dengan subtema “Kotamobagu Darurat KDRT dan Kesehatan Mental”, bertempat di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Selasa 5 Agustus 2025.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, yang hadir mewakili Wali Kota Kotamobagu. Dalam sambutannya, Wawali menyampaikan apresiasi kepada TP-PKK dan DP3A atas kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan strategis ini.

“Sosialisasi ini sangat penting dalam meningkatkan kesadaran, kepedulian, serta peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mencegah dan menangani kekerasan dalam rumah tangga,” ujar Rendy.

Ia menjelaskan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tak hanya menyebabkan luka fisik, tetapi juga luka psikologis yang dapat berdampak jangka panjang, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Menurutnya, anak-anak yang tumbuh di lingkungan penuh kekerasan berisiko tinggi mengalami trauma yang memengaruhi kepribadian serta kesehatan mental mereka hingga dewasa.

“Tindakan kekerasan di rumah tangga adalah masalah serius yang harus dihadapi bersama. Kita harus membangun sistem pendukung yang kuat demi menjaga kesehatan mental dan masa depan keluarga di Kotamobagu,” tambahnya.

Mengutip data laporan kekerasan di Provinsi Sulawesi Utara hingga Mei 2025, tercatat 209 kasus KDRT, yang terdiri dari 64 korban perempuan dan 145 korban anak-anak. Wawali menegaskan bahwa angka ini harus menjadi perhatian bersama, bukan sekadar statistik.***

Artikel ini telah dibaca 974 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berlangsung Meriah, Perlombaan Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81 di SMA dan SMK se-Kotamobagu

12 Agustus 2026 - 13:11 WITA

PT GLOBAL EMAS JAYA BERI SANTUNAN DUKA, KELUARGA KORBAN TERHARU

11 Agustus 2026 - 16:16 WITA

KETUA PANITIA BUKA SUARA: INI PENJELASAN RESMI SOAL LOMBA DRAG RACE DI UPAI

11 Agustus 2026 - 14:41 WITA

KELUARGA BANGSAWAN MELAYAT KE 8 RUMAH DUKA

10 Agustus 2026 - 23:05 WITA

Ny Gayatri R Bangsawan Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban Tragedi Drag Race di Kotamobagu

10 Agustus 2026 - 20:24 WITA

PUTRA SULUT BERKIBAR DI TINGKAT NASIONAL: JENDERAL BINTANG TIGA YANG DICINTAI RAKYAT

9 Agustus 2026 - 15:07 WITA

Trending di Kotamobagu