Menu

Mode Gelap
Penjabat Bupati Rote Ndao Oder Maks Sombu Bagikan Telur Susu Bicuit Di Desa Kolobolon Presiden Jokowi Didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey Resmikan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolmong Puncak Peringatan HPN 2024 Gubernur Sulut Olly Dondokambey Terima Penghargaan Pena Emas, Disaksikan Presiden Jokowi Tamuntuan Sukses Wujudkan Ekspor Ikan Perdana ke Filipina Walikota Caroll Senduk Inspektur Upacara Peringatan HUT Ke-21 Kota Tomohon

Manado · 13 Feb 2023 08:11 WIB ·

Relokasi Warga Bencana, Rumambi: Kebijakan Walikota Manado Sangat Manusiawi


 Relokasi Warga Bencana, Rumambi: Kebijakan Walikota Manado Sangat Manusiawi Perbesar

MANADO, Sulutnews.com – Menanggapi postingan viral di media sosial yang menyebut bahwa kebijakan relokasi korban banjir Andrei Angouw tidak manusiawi. Mendapatkan respon pengamat Pemkot Manado Reza Rumambi. Menurutnya apa yang dilakukan Walikota Manado sangat manusiawi karena menginginkan warganya yang terdampak banjir mendapatkan tempat tinggal yang layak.

“Silahkan masyarakat yang menilai. Kebijakan yang manusiawi yang dilakukan pemerintah adalah dengan memindahkan warga korban bencana dari pemukiman yang rawan bencana ke daerah yang tidak rawan bencana,” kata Rumambi, Senin (13/2/2023). 

“Jadi, mana kebijakan yang manusiawi, pak Walikota AA merelokasi warga dari lokasi bencana, atau pak Walikota membiarkan warganya tinggal di daerah lokasi bencana? Saya yakin masyarakat tahu jawabannya,” tambah Rumambi.

Ia mencontohkan penertiban rusunawa, yang saat itu banyak diprotes. Tapi pada akhirnya, warga memberikan apresiasi bahwa apa yang dilakukan Pemkot Manado, dalam hal ini Waikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang adalah sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.”Yang akan merasakan aman dari banjir adalah masyarakat. Jadi sangat manusiawi jika Pemerintah merelokasi warga yang tiap tahun menikmati bencana banjir, ke lokasi yang lebih aman,” tukas aktivis pelayan di salah satu gereja terbesar di Sulut ini.

Walikota Andrei Angouw sendiri menangapi dengan ringan pernyataan dari video viral tersebut.

“Justru pemerintah kota (Pemkot Manado) sangat manusiawi, makanya kita tidak mau masyarakat terkena bencana, saya pun tidak tahu yang tidak manusiawi kita yang mana,” kata AA, Senin pagi

Angouw pun menambahkan, bahwa tujuan dari pemerintah Kota Manado untuk merelokasi 54 rumah warga Kelurahan Mahawu ke Perumahan Pandu milik pemerintah adalah untuk menyelamatkan mereka dari bencana.
“Intinya Pemerintah Kota menginginkan agar warga tidak terkena banjir tiap tahun.

Makanya, 54 rumah di Mahawu itu pemerintah akan pindahkan ke Pandu. Itu untuk apa, yaitu untuk menyelamatkan pa dorang supaya dorang so nyanda mo kena bencana lagi,” jelas Angouw.

Walikota pun menjelaskan, warga Mahawu yang berada di bantaran sungai tersebut sudah seringkali terkena bencana banjir sejak 2014.

“Mereka sudah kena bencana 2014. Pun, sudah dapat rumah di Pandu. Tapi, tetap tinggal di bantaran sungai, makanya beberapa kali terkena bencana juga dan yang terakhir pada 27 Januari lalu,” tutup Angouw. (josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 602 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Wakhyono Bersama Masyarakat Sulut Sholat Idul Fitri 1445 H

10 April 2024 - 20:41 WIB

Panggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Enjeka Ferronusa

10 April 2024 - 09:43 WIB

Jelang Idul Fitri 1445 H, Kapolda dan PJU Sambangi 5 Pos Pengamanan Hari Raya di Kota Manado

8 April 2024 - 23:34 WIB

Danrem 131/Stg Pimpin Apel Pemberangkatan Cuti Lebaran

7 April 2024 - 16:00 WIB

Luar Biasa, Puluhan Ribu Remaja GMIM Hadiri Ibadah Agung dan Lomba Alegori Paskah. Pnt dr Richad Sualang : Remaja Gereja Diharapkan Membina Persatuan

6 April 2024 - 21:38 WIB

Kampanye Amal, Maxim Manado Berikan Bantuan Pengganti THR untuk Mitra Driver dan Santunan untuk Panti Asuhan

6 April 2024 - 20:59 WIB

Trending di Bisnis