Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Hukrim · 5 Mar 2024 18:15 WITA ·

Regina Kedoh, Kepala Dinas P3AP2KB Resmi Diperiksa Penyidik Polres Rote


Regina Kedoh, Kepala Dinas P3AP2KB Resmi Diperiksa Penyidik Polres Rote Perbesar

NTT.Rote Ndao,Sulutnews.com – Dugaan korupsi yang menyeret nama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Rote Ndao, Regina Kedoh,adalah pengguna anggaran telah resmi menjalani pemeriksaan oleh penyidik

Kapolres Rote Ndao melalui unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) telah mengumpulkan sejumlah keterangan dari tujuh orang yang diduga mengetahui aliran dana tersebut.

Sebelum Kepala Dinas (Kadis) P3AP2KB, Regina AV. Kedoh di periksa , tujuh orang telah diperiksa terlebih dahulu oleh penyidik, dan mereka masih berstatus sebagai saksi.

Kasus dugaan korupsi dengan nilai dana mencapai ratusan juta telah berada di bawah penyelidikan polres Rote Ndao sejak Desember 2023.

Perlu diketahui bahwa sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digunakan untuk membiayai pemasangan dan pencabutan alat kontrasepsi/implan.

“Kepala Dinas Regina Kedoh telah dimintai keterangan,” kata singkat Kasat Reskrim Polres Rote Ndao, AKP Andri Robinson Fanggidae, yang dikonfirmasi media melalui Kanit Tipikor Aiptu Yafet pada Selasa (5/3).

Meskipun tidak secara langsung memberikan informasi tentang pemeriksaannya, diduga Kadis Kedoh adalah orang yang paling mengetahui tentang aliran dan penggunaan dana tersebut.

Melalui dinas yang dipimpinnya, para bidan di Kabupaten Rote Ndao belum menerima pembayaran atas jasa yang telah mereka lakukan.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk menuntaskan kasus ini.

“Kami sedang memeriksa saksi-saksi terkait dugaan korupsi di dinas P3AP2KB,” tulis Kanit Aiptu Yafet dalam obrolan WhatsApp-nya.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,847 kali

Baca Lainnya

Jembatan Merah Putih Presisi: Bukti Nyata Sinergi TNI–Polri, Hadir Membuka Akses dan Masa Depan Rakyat

14 Agustus 2026 - 15:22 WITA

Kapolda Sulut Rotasi Besar di Jajaran Narkoba dan TIK: Siap Wujudkan “Zero Narkoba” di Bumi Nyiur Melambai

10 Agustus 2026 - 19:29 WITA

Brigadir Yasir Mukhtadi Lubis Batal Jadi Tersangka, Umar Sagala : Kajari Labuhanbatu Selatan Punya Integritas dan Semua Sudah Berjalan Dengan Proses Hukum

10 Agustus 2026 - 16:48 WITA

Biaya Pembuatan dan Perpanjangan SIM Di Kota Manado Belum Digratiskan 

8 Agustus 2026 - 17:41 WITA

Lima Putra-Putri Terbaik Asal Nyiur Melambai Lolos Akpol 2026, Polda Sulut Beri Pesan Spesial!

1 Agustus 2026 - 23:21 WITA

Pelarian Ayah Tiri Berakhir, Tim URC Resmob Satreskrim Polres Torut Bekuk JS Terduga Pelaku Persetubuhan Anak Di Bawah Umur

1 Agustus 2026 - 13:06 WITA

Trending di Kepolisian