Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Kepolisian · 17 Feb 2023 13:12 WITA ·

Pulihkan Kondisi Psikologis Anak-anak Korban Banjir di Manado, Polwan Polda Sulut Gelar Trauma Healing


Pulihkan Kondisi Psikologis Anak-anak Korban Banjir di Manado, Polwan Polda Sulut Gelar Trauma Healing Perbesar

MANADO,SULUTNEWS.COM GUNA memulihkan kondisi psikologis anak-anak korban banjir, personel polisi wanita (Polwan) Polda Sulawesi Utara (Sulut) bersama Bagpsikologi Biro SDM Polda Sulut melakukan trauma healing, di wilayah Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Kegiatan dipimpin oleh Perwira Koordinator (Pakor) Polwan Polda Sulut AKBP Nonie Sengkey, pada Kamis (16/2/2023) siang, di Aula Solagratia Kelurahan Kairagi 2, Kecamatan Mapanget. Diikuti oleh sekitar 30 orang anak korban musibah banjir, yang terjadi pada Jumat (27/1) lalu.

AKBP Nonie Sengkey mengatakan, rangkaian kegiatan trauma healing terdiri dari beberapa bagian, yang diawali dengan ‘ice breaking’ untuk mencairkan suasana.

“Jadi diawali dengan ‘ice breaking’, supaya anak-anak bisa membuka diri dan tidak malu-malu terhadap kami. Kemudian kami mengajak anak-anak menyanyi dan menari bersama, juga melakukan berbagai permainan,” kata AKBP Nonie.

Rona keceriaan pun terpancar dari wajah anak-anak. Tampak mereka menyanyi dan bermain dengan riang gembira diiringi gelak tawa bersama para Polwan.

“Selain menyanyi lagu anak-anak, para peserta juga diajak menyanyi lagu-lagu nasional untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa,” tutur AKBP Nonie.

Selanjutnya, Tim Trauma Healing Bagpsikologi Biro SDM Polda Sulut mengajarkan yel-yel dikombinasikan dengan gerakan, yang bertujuan untuk melatih konsentrasi dan daya ingat anak-anak.

Lalu pertanyaan kuis berhadiah, dilanjutkan cerita anak berjudul Kancil dan Buaya, menghafal Pancasila, serta penyampaian motivasi dan semangat. Di akhir kegiatan, anak-anak diberikan hadiah berupa buku dan bingkisan makanan ringan.

“Melalui kegiatan trauma healing ini diharapkan dapat menghilangkan trauma yang dialami oleh anak-anak akibat musibah banjir. Kemudian kondisi psikis dan mental anak-anak ini kembali pulih, sehingga mereka kembali ceria, bisa bersekolah dan bisa bermain seperti biasanya,” pungkas AKBP Nonie. (**/arp)

Artikel ini telah dibaca 986 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BRI Dukung Pendidikan Daerah, Salurkan Beasiswa bagi 59 Mahasiswa UNIKA Weetebula

23 Mei 2026 - 15:06 WITA

Pemda Sulut Kirim Tiga Pasangan Calon Paskibraka Ikut Seleksi Nasional di Jakarta, Kaban Kesbangpol Optimis Bisa Lolos

23 Mei 2026 - 12:22 WITA

Wapres Percepat Swasembada dan Penguatan Ekonomi Daerah, Proyek Garam Rote Ndao Jadi Kunci Utama

23 Mei 2026 - 04:13 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Dua Petinggi di NTT Ini Apa yang Mau Dibisikkan ke Mas Wapres Gibran?

22 Mei 2026 - 16:55 WITA

Mas Wapres Gibran Berdialog Akrab dengan Masyarakat Rote Ndao di Desa Papela

22 Mei 2026 - 13:03 WITA

Trending di News