Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Kepolisian · 17 Feb 2023 13:12 WITA ·

Pulihkan Kondisi Psikologis Anak-anak Korban Banjir di Manado, Polwan Polda Sulut Gelar Trauma Healing


Pulihkan Kondisi Psikologis Anak-anak Korban Banjir di Manado, Polwan Polda Sulut Gelar Trauma Healing Perbesar

MANADO,SULUTNEWS.COM GUNA memulihkan kondisi psikologis anak-anak korban banjir, personel polisi wanita (Polwan) Polda Sulawesi Utara (Sulut) bersama Bagpsikologi Biro SDM Polda Sulut melakukan trauma healing, di wilayah Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Kegiatan dipimpin oleh Perwira Koordinator (Pakor) Polwan Polda Sulut AKBP Nonie Sengkey, pada Kamis (16/2/2023) siang, di Aula Solagratia Kelurahan Kairagi 2, Kecamatan Mapanget. Diikuti oleh sekitar 30 orang anak korban musibah banjir, yang terjadi pada Jumat (27/1) lalu.

AKBP Nonie Sengkey mengatakan, rangkaian kegiatan trauma healing terdiri dari beberapa bagian, yang diawali dengan ‘ice breaking’ untuk mencairkan suasana.

“Jadi diawali dengan ‘ice breaking’, supaya anak-anak bisa membuka diri dan tidak malu-malu terhadap kami. Kemudian kami mengajak anak-anak menyanyi dan menari bersama, juga melakukan berbagai permainan,” kata AKBP Nonie.

Rona keceriaan pun terpancar dari wajah anak-anak. Tampak mereka menyanyi dan bermain dengan riang gembira diiringi gelak tawa bersama para Polwan.

“Selain menyanyi lagu anak-anak, para peserta juga diajak menyanyi lagu-lagu nasional untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa,” tutur AKBP Nonie.

Selanjutnya, Tim Trauma Healing Bagpsikologi Biro SDM Polda Sulut mengajarkan yel-yel dikombinasikan dengan gerakan, yang bertujuan untuk melatih konsentrasi dan daya ingat anak-anak.

Lalu pertanyaan kuis berhadiah, dilanjutkan cerita anak berjudul Kancil dan Buaya, menghafal Pancasila, serta penyampaian motivasi dan semangat. Di akhir kegiatan, anak-anak diberikan hadiah berupa buku dan bingkisan makanan ringan.

“Melalui kegiatan trauma healing ini diharapkan dapat menghilangkan trauma yang dialami oleh anak-anak akibat musibah banjir. Kemudian kondisi psikis dan mental anak-anak ini kembali pulih, sehingga mereka kembali ceria, bisa bersekolah dan bisa bermain seperti biasanya,” pungkas AKBP Nonie. (**/arp)

Artikel ini telah dibaca 986 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jangan Percaya Kabar Bohong! Jalan Umum Ke Pantai Bo’a Tetap Terbuka Lebar Untuk Siapa Saja Yang Mau Berkunjung Ke Pantai Bo’a

4 Juli 2026 - 12:38 WITA

Fakta Kuat Gugatan Tanah Naibonat Modus Tipu Data Untuk Makan Hak Pemilik Sah

3 Juli 2026 - 22:06 WITA

GUGATAN KE PTUN: SERTIFIKAT TANAH DI NAIBONAT TERBIT DENGAN CARA

3 Juli 2026 - 22:00 WITA

Berkat Do’a Dan Dukungan Bersama Bupati Melobi Anggaran Wakil Bupati Merangkul Semua Demi Puncak Kemajuan Rote Ndao

2 Juli 2026 - 18:58 WITA

Setiap Rupiah Di Perjuangkan Dana 1,676 Triliun Untuk Kesejahteraan Warga Masyarakat Rote.

2 Juli 2026 - 10:45 WITA

Bupati Rote Ndao Bersama Wakil Bupati Setiap Rupiah Di Perjuangkan Demi Kemajuan Rote Ndao

2 Juli 2026 - 10:33 WITA

Trending di Advetorial