Reporter : Dance Henukh
Sulutnews.com .Rote Ndao – Pembangunan kawasan produksi garam terpadu K-SIGN merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian produksi garam dalam negeri. Di Kabupaten Rote Ndao, program ini berjalan dengan semangat kebersamaan melalui kolaborasi erat antara Pemerintah Daerah yang dipimpin Bupati Paulus Henuk, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta masyarakat—terutama para pemilik lahan.
Program K-SIGN mengedepankan prinsip inklusif, keberlanjutan, dan keadilan sosial. Kemitraan yang terjalin dibangun secara terbuka dan transparan, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Kerja sama ini disusun sedemikian rupa agar saling menguntungkan, menjadikan masyarakat sebagai pendukung sekaligus mitra utama dalam pengembangan kawasan tersebut.
Bagi masyarakat Rote, keterlibatan ini memberikan manfaat nyata. Mereka mendapatkan keuntungan ekonomi dari skema pemanfaatan lahan, serta menerima penggantian yang layak atas lahan yang digunakan untuk kebutuhan pembangunan. Lebih dari itu, program ini turut membuka peluang pendapatan baru, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan secara langsung meningkatkan taraf kesejahteraan warga setempat.
Pendekatan yang diterapkan juga melibatkan masyarakat secara aktif dalam operasional kawasan. Warga berperan sebagai tenaga kerja yang mengelola dan memanen garam, sehingga mereka turut menjaga keberlangsungan usaha tersebut. Hal ini memastikan bahwa pembangunan K-SIGN tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga benar-benar inklusif, partisipatif, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Kabupaten Rote Ndao dan seluruh warganya.






