Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bitung · 10 Apr 2025 00:45 WITA ·

Puboksa Hutahaean Serukan Pemerintah Cabut Pembatasan Menyulitkan Nelayan 


Puboksa Hutahaean Serukan Pemerintah Cabut Pembatasan Menyulitkan Nelayan  Perbesar

Bitung, Sulutnews.com — Ketua Umum Persatuan Organisasi Lintas Adat, Agama dan Budaya(POLA), Puboksa Hutahaean menyampaikan seruan moral dan desakan tegas agar pemerintah segera mencabut pembatasan yang menyulitkan nelayan kecil mencari nafkah di laut.

“Ini bukan hanya soal izin atau regulasi, ini soal keadilan dan hak hidup masyarakat pesisir. Tidak ada salahnya pembatasan itu diputihkan, agar nelayan bisa bebas mencari ikan di lautnya sendiri,” tegas Puboksa didepan Kantor Pelabuhan Perikanan Samudera( PPS) Bitung. Rabu (9/5/2025)

Menurutnya, penderitaan yang dirasakan masyarakat nelayan di Kota Bitung hanya secuil dari potret besar yang terjadi di seluruh pesisir Indonesia.

Ia menekankan bahwa pembatasan yang tidak berpihak telah memukul penghidupan ribuan keluarga nelayan dari Sabang sampai Merauke.

“Kita jangan pernah lelah bersuara. Dari Kota Bitung sampai ke seluruh pelosok, bahkan sampai seluruh Indonesia, semua mengalami penderitaan yang sama. Ini saatnya Presiden Prabowo mendengar jeritan rakyatnya,” ujar Puboksa.

Sebelumnya, dirinya bersama ratusan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nelayan Sulawesi Utara menggelar doa bersama yang berlangsung di halaman Kantor Walikota Bitung, kemudian berlanjut di Kantor Pelabuhan Perikanan Samudera(PPS) Bitung dan berakhir di PSDKP Bitung.

Doa bersama ini dilangsungkan sebagai salah satu bentuk solidaritas spiritual simbol perlawanan damai.

Puboksa menyebutnya sebagai “doa rakyat yang tenggelam di bawah beban aturan yang tidak adil”.

Untuk itu, dirinya melalui POLA sebagai wadah lintas adat dan agama, menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan masyarakat nelayan, dan akan terus mengawal aspirasi ini hingga ke tingkat nasional.

“Laut itu milik kita. Harusnya, masyarakat kecil sejak dulu bebas mencari nafkah tanpa ketakutan. Ini bukan soal kebijakan, ini soal kemanusiaan,” tandasnya.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,048 kali

Baca Lainnya

Kemenkum Kembali Gelar PASTI Ada Solusi

31 Juli 2026 - 21:25 WITA

PASTIadaSolusi

Satreskrim Polres Bitung Tangkap Pencuri Aset Dinas Koperasi 

31 Juli 2026 - 17:15 WITA

AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama, S.Tr.K., S.H., M.H

Polairud Polda Sulut Edukasi Nelayan soal Keselamatan Melaut dan Kelestarian Laut

30 Juli 2026 - 19:34 WITA

Kapolres Bitung: Audit Kinerja Jadi Evaluasi Tingkatkan Profesionalisme

28 Juli 2026 - 21:41 WITA

Kapolres Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho

Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Ajak Musisi Segera Daftar

27 Juli 2026 - 19:26 WITA

Pelabuhan Bitung Ikut Rasakan Dampak Positif Program Diskon Tiket Kapal

27 Juli 2026 - 01:04 WITA

Trending di Bitung