Menu

Mode Gelap
Walikota Tomohon Caroll Senduk Didampingi Sekot Edwin Roring Hadiri Dialog Publik “Masyarakat Bertanya Walikota Menjawab” Pelestarian Laut Dukung Peningkatan Pariwisata, Suzuki Indonesia Adakan Bersih-Bersih Pantai Bunaken Dengan Ratusan Pelajar Wagub Steven Kandouw Lantik Wounde Sebagai Penjabat Bupati Sangihe Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang Kecamatan Tatoareng Kepulauan Sangihe Terancam Jatuh Miskin

Bengkulu · 28 May 2024 23:47 WIB ·

Pro dan Kontra Kegiatan Bimtek Yang Diikuti Kepala Desa Bengkulu Selatan


 Pro dan Kontra Kegiatan Bimtek Yang Diikuti Kepala Desa Bengkulu Selatan Perbesar

Bengkulu selatan, sulutnews.com – Banyaknya Pro dan kontra  ditengah masyarakat desa Bengkulu Selatan, terkait Bimbingan teknis (Bimtek)yang digelar beberapa waktu yang lalu dihotel Mercure Bengkulu pada  19 s/d 21 mei 2024. Pro dan kontra bukan tanpa alasan pasalnya dana yang di gelontorkan terbilang cukup pantastis Rp.6.500.000 (sebesar enam juta lima ratus ribu rupiah). Apalagi hampir semua desa yang ada  di Bengkulu selatan mengikuti bimtek tersebut, tentu saja menghasilkan nominal yang cukup besar.

Untuk ukuran Kabupaten yang terbilang masih miskin di Republik Indonesia, tentu saja ada yang lebih bermanfaat dari bimtek tersebut, yang bisa masyarakat Desa rasakan.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Karang Caya, Kecamatan Kedurang Ilir. saat di konfirmasi terkait dana yang diambil untuk mengikuti bimtek bersumber dari Dana desa dan tidak melalui musyawarah desa. Karena  itu dianggap kegiatan kecil, beda halnya dengan kegiatan berupa bangunan fisik, dilakukan melalui musyawarah desa.

Saat kami konfirmasi dengan kepala dinas DPMD, Herman sunarya terkait boleh dan tidaknya bimtek dilakukan tanpa musyawarah Desa, dan pos Anggarannya diambilkakan dari Dana Desa. Kepala Dinas DPMD menjelaskan kegiatan bimtek itu kegiatan peningkatan kapasitas SDM   kelompok, sedangkan yang  dimusyawarakan tentang program pembangunan, jadi sah sah saja bimtek itu dilakukan tanpa musyawarah desa. Sedangkan sumber dana untuk kegiatan Bimtek itu dari DD dibolehkan karna untuk peningkat kapasitas, dibolehkan dalam regulasinya karna itu hak perangkat desa. Dan saya tidak tahu kalau sekiranya hal itu tidak dibenarkan pengambilannya dari DD ataupun ADD.

Inspektorat Bengkulu Selatan, Hamdan Sarbaini saat di konfirmasi melalui wa apakah dibolehkan kegiatan bimtek dilakukan tanpa musyawarah desa dan pos anggaran diambil dari dana desa, Hamdan Sarbaini menjelaskan melalui pesan wa, setiap kegiatan yang di biyayai melalui dana desa atupun Alokasi dana desa, harus melalui musyawarah desa dan dituangkan melalui berita acara musyawarah (RKPDES) prosedur ini wajib dilakukan oleh pemerintah desa. Proses tersebut amanat dari Permendagri no 20.TH 2018 tentang pengelolaan keuangan Desa.(Dinaro)

Artikel ini telah dibaca 1,077 kali

Baca Lainnya

Kunjungan Rohidin di Festival Tabut Disambut Meriah Para Pengunjung dan Pelaku UMKM

12 July 2024 - 06:58 WIB

Kalapas Curup Ikuti kegiatan Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Semester I Tahun 2024

11 July 2024 - 22:16 WIB

Gubernur Beri Dukungan ASN Dapat Beasiswa S2 Kampus Pertambangan Terbaik No.1 Di Dunia

11 July 2024 - 18:33 WIB

Noval dan Amanda Pamitan Ke Gubernur Rohidin Siap Kibarkan Merah Putih di Istana Negara

11 July 2024 - 18:31 WIB

Job Fair SMK Bengkulu 2024: 43 Perusahaan Buka 1000 Lowongan Kerja

10 July 2024 - 20:41 WIB

Gubernur Bengkulu Tekankan Pentingnya Komitmen dalam Evaluasi SAKIP 2024

10 July 2024 - 20:35 WIB

Trending di Bengkulu